Puisi Wasiat Satu Abad

Gambar
 Kakekku hidup sederhana di desa Ia pekerja keras sebagai buruh tani Menitip pesan pada anaknya Sebuah kata tentang nasib ini " Kita orang kecil tapi nasibmu ada di tanganmu ! " Ayahku pegawai mapan di kota Dan membesarkanku sejak dini Masih teringat nasehatnya Tentang meraih sebuab mimpi " Kejarlah mimpimu melampaui langit semu" Kini aku si kaya Raya Punya buah hati dari janji suci  Ku Berwasiat pada putra putrinya Sebuah pesa satu abad tentang jati diri " Raih kesuksesan hingga nama ayah lenyap karena kilau cahaya dari apa yang kalian raih." Wasiat ini ada sejak dulu kala Pesan satu abad dari lintas genarasi Yang turun temurun kebjikasannya Agar kehidupan dunia lebih berarti

Puisi Lelah Untuk Menyerah


Lelah Untuk Menyerah

Karya Ilham Helmi Arif


Aku sudah lelah

Lelah untuk menyerah

telingaku ini begitu lelah

Lelah dari ocehan para pedebah

 

Ragaku sangat lelah

Lelah dari semua luka parah

Lidahpun juga lelah

Lelah melontarkan semua amarah

 

Jiwa inipun sudah lelah

Lelah dari yang namanya kalah

Hatipun juga terasa lelah

Lelah jauh dari rumah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Filosofi Kacamata Bijaksana

Filosofi kertas Kehidupan

Filosofi Warna - Warni Kehidupan