Puisi Wasiat Satu Abad

 Kakekku hidup sederhana di desa

Ia pekerja keras sebagai buruh tani

Menitip pesan pada anaknya

Sebuah kata tentang nasib ini


" Kita orang kecil tapi nasibmu ada di tanganmu ! "


Ayahku pegawai mapan di kota

Dan membesarkanku sejak dini

Masih teringat nasehatnya

Tentang meraih sebuab mimpi


" Kejarlah mimpimu melampaui langit semu"


Kini aku si kaya Raya

Punya buah hati dari janji suci 

Ku Berwasiat pada putra putrinya

Sebuah pesa satu abad tentang jati diri


" Raih kesuksesan hingga nama ayah lenyap karena kilau cahaya dari apa yang kalian raih."


Wasiat ini ada sejak dulu kala

Pesan satu abad dari lintas genarasi

Yang turun temurun kebjikasannya

Agar kehidupan dunia lebih berarti

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Filosofi Kacamata Bijaksana

Filosofi kertas Kehidupan

Filosofi Warna - Warni Kehidupan