Oprtunity Cost dalam Dilema Pengambilan Keputusan Dalam Kehidupan Sehari-hari

 Ilustrasi oleh Vectorjuice sumber gamber Freepik

    Saat berbicara tentang sebuah konsep ekonomi yaitu Opportunity cost atau biasa disebut dengan biaya peluang. Hal yang akan menjadi gambaran adalah tentang sebuah aktivitas dimana manusia harus memilih satu dalam beberapa pilihan yang ada yang pilihan yang tidak terpilih akan menjadi sebuah biaya yang harus dikeluarkan. Konsep ini sering sekali dipakai oleh masyarakat setiap harinya

    Sebuah contoh sederhana adalah saat seorang bernama Jong harus memilih dimana ia menerima tawaran di beberapa perusahaan. Tawaran pertama berasal dari perusahaan startup dengan gaji Rp. 3.000.000, lalu ada tawaran dari perusahaan asing ternama dengan gaji Rp 7.500.000, dan tawaran terakhir berasal dari salah satu BUMN dengan gaji Rp 4.250.000. Jong akhirnya memilih bekerja di BUMN dan tawaran terbesar Rp 7.500.000 dari perusahaan asing disebut dengan biaya peluang.

Biaya peluang sebenarnya tidak selalu berhubungan dengan nominal angka tetapi dapat berkaitan dengan waktu, ataupun kesenangan dan bahkan berkaitan dengan masa depan dari rencana seseorang itu sendiri. Hal yang sering ditemui dalam realita sosial adalah saat seorang gadis cantik  dan anggun harus memilih dari tiga lamaran pria yang mempunyai pekerjaan berbeda, sifat yang berbeda, dan latar belakang keluarga berbeda. Jika hanya ingin kebutuhan material maka pilihlah pekerjaan bayaran tertinggi dan prospek masa depan yang cerah tetapi jika ingin hidup harmonis dan damai maka akan ada banyak faktor eksternal yang harus direnungkan.

    Konsep sederhana ini tidak hanya mengajarkan manusia tentang bagaimana membuat sebuah pilihan terbaik diantara pilihan yang baik tetapi juga mengajarkan manusia tentang apa itu pilihan penting dan genting. Salah kisah nyata berasal dari Salah satu pelopor Beasiswa LPDP yaitu Ibu Sri Mulyani yang pada waktu itu tahun 2008 Amerika Serikat mengalami sebuah krisis subprime montage dimana salah satu efeknya adalah Index  Harga Saham Gabungan (IHSG) turun dari 2.745,8 menjadi 1.355,4 sepanjang tahun 2008, terparah keempat se-Asia Pasifik.

    Dimana pada saat itu Ibu Sri Mulyani menjabat sebagai menteri keuangan harus merumuskan keputusan dalam waktu 48 jam agar tidak terkena imbas dari krisis tersebut. Segala hal penting dari hulu hingga hilir seperti suku bunga, likuiditas dan banyak hal kebijakan lainnya. Dalam sebuah keadaan sulit ada sebuah pilihan sulit datang ketika kabar duka tentang ibunya yang meninggal, dimana hasil dari didikan ibunya yang membuat Ibu Sri Mulyani menjadi sosok teladan. Sebuah pilihan dimana harus memimpin rapat mengambil kebijakan negara atau meninggal rapat dan menyampaikan kata-kata terakhir. Hingga akhirnya ia tetap memilih untuk menyelamatkan bangsa, bukankah ini seperti sebuah plot twist dalam drama korea atau sebuah aksi heroik dari pahlawan barat dengan masalah pribadinya.

Berdasarkan dari contoh tersebut dapat diambil beberapa poin yang dimana bahwa biaya peluang memiliki peran dalam kehidupan sehari-hari. Biaya peluang dapat mengajarkan tentang proses pengambilan keputusan secara kuantitatif maupun secara kualitatif. Salah satu dilema paling krusial adalah saat kepentingan hajat orang banyak bertabrakan dengan kepentingan pribadi.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mencari Tuhan dalam Ekonomi

Filosofi Kacamata Bijaksana

Filosofi kertas Kehidupan