Pentingnya Pengembangan Inovasi Dalam Perubahan Sosial Teknologi Menuju Revolusi Industri 5.0



Disusun oleh :

Frida Vania Alfizahr Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial

Ilham Helmi Arif Program Manajemen, Fakultas Ekonomi Bisnis

Thoriq Al-Faqih Hendra Program Pendidikan Bisnis, Fakultas Ekonomi Bisnis

Universitas Negeri Malang

1.1 Abstrak

 Dalam perkembangan Industri 4.0 dan Society 5.0, Internet of Thing menjadi salah satu indikator dari era modern ini. Inovasi menjadi kata kunci dan sebuah indikator dari keberhasilan dari perusahaan untuk bisa bersaing serta memberikan produk atau jasa terbaik kepada para pelanggannya.

2.1 Pendahuluan

Pada era sekarang, segala sesuatu layaknya selalu berdampingan dengan teknologi. Barangsiapa yang tidak bisa menyesuaikan kehidupannya dan menerima kemajuan dan perubahan di dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, maka manusia itu akan otomatis tertinggal oleh alur dan settingan waktu. Begitulah kira-kira gambaran manusia yang hidup di era revolusi industri 4.0. Dalam pertumbuhan serta perkembangan IPTEK di era revolusi industri 4.0 ini, perlu diadakannya persiapan-persiapan, strategi, cara, hal-hal dan faktor-faktor yang harus ditentukan untuk dapat mempermudah kehidupan manusia dalam segala bidang atau aspek serta lebih mudah membantu untuk menerima perubahan-perubahan yang berkaitan dan datang dari dalam maupun luar.

Inovasi sendiri merupakan pemasukan atau pengenalan hal-hal yang baru atau bisa disebut juga sebagai pembaharuan. Tujuan dari adanya inovasi ini adalah untuk menghasilkan produk baru serta penyempurnaan produk-produk yang telah ada  sehingga menghasilkan suatu produk atau jasa juga pemikiran-pemikiran yang dinilai efisien fleksibel inovatif dan juga kreatif.  Menurut Everett M. Rogers inovasi merupakan sebuah ide gagasan objek dan praktik yang dilandasi serta diterima sebagai suatu hal yang baru oleh seseorang ataupun kelompok tertentu untuk diaplikasikan ataupun diadopsi serta diimplementasikan dalam nilai-nilai serta norma kehidupan. Sedangkan, menurut Kuniyoshi Urabe inovasi merupakan setiap kegiatan yang tidak bisa dihasilkan dengan satu kali pukul melainkan suatu proses yang panjang dan kumulatif, meliputi banyak proses pengambilan keputusan dari penemuan gagasan hingga implementasinya di pasar. Menurut dua tokoh yang telah memaparkan definisi atau makna dari inovasi maka dapat diambil kesimpulan bahwa inovasi sangat berkaitan dengan proses, cara pandang atau pemikiran, ide dan gagasan yang diperoleh melalui sikap-sikap tertentu diantaranya sikap inovatif dan pemikiran kreatif.

Peluang untuk berinovasi merupakan salah satu hal yang sangat memungkinkan untuk dilakukan dalam kehidupan sehari-hari namun seringkali manusia merasa bahwa mereka tidak bisa menjadi lebih kreatif karena faktor-faktor yang terjadi diluar kendali mereka.

 

3.1 Pembahasan

A.    Inovasi dalam Konteks Industri 4.0

    Di era globalisasi dan informasi ini, penggunaan berbagai media yang berbasis Teknologi Informasi (TI) menjadi sebuah kebutuhan dan tuntutan namun dalam implementasinya bukanlah merupakan hal yang mudah. Revolusi industri 4.0 mendorong seluruh lapisan masyarakat untuk belajar menggunakan dan mengimplementasikan setiap bagian dari teknologi informasi yang berkembang secara pesat untuk menjadi bagian dari kehidupan dan aspek-aspek lain yang dijalaninya. Sehingga peran teknologi dan juga informasi yang berkembang sangat memiliki kedudukan yang penting dalam era revolusi industri 4.0.

         Dalam hal ini, beberapa yang dapat terjadi ketika suatu era berganti menjadi lebih maju, canggih, mengedepankan berbagai Inovasi dan kemajuan yang dihasilkan maka akan kehidupan yang awalnya linear atau satu arah akan berganti dan berbanding terbalik menjadi kehidupan yang banyak memiliki arah. Baik menuju arah yang baik ataupun menuju sebaliknya, yaitu kehidupan yang ditelan oleh hadirnya kemajuan IPTEK karena tidak terbuka dan menerima perubahan yang ada.

         Untuk menyeimbangkan kehidupan yang telah berubah sejak revolusi industri 4.0 ini maka, pemikiran manusia, sudut pandang, ataupun keputusan yang dapat membawa perubahan-perubahan di masa yang akan mendatang harus dipikirkan, direncanakan, diimplementasikan dan dicari bagaimana solusi atau problem solving nya. Hal ini karena pada setiap perubahan-perubahan yang ada akan banyak membawa dampak atau pengaruh baik positif maupun negatif terhadap manusia dan juga lingkungan sekitar. Oleh karena itu, dalam menyeimbangkan kehidupan yang akan berubah dan sudah berubah ini maka kita diperlukan inovasi untuk terus mendatangkan, menyempurnakan, melengkapi hal-hal atau sesuatu yang sudah ada agar menjadi sesuatu yang dapat membawa benefit.

        

         Inovasi sendiri dipandang sebagai hal al atau pemikiran dimana manusia dapat secara terstruktur dan terorganisir dalam memikirkan dan juga mengambil keputusan dengan diikuti pola pikir yang mendukung tidak hanya imajinatif dan artistik namun juga membersamai pemikiran yang kreatif dan kritis. Sehingga, permasalahan-permasalahan yang datang dan muncul akibat perubahan terutama pada era revolusi industri 4.0 dapat dicari solusi yang dapat diterapkan dan dapat bersaing dengan dunia yang lebih luas.

 

B.    Strategi dalam Pengembangan Inovasi

       Ada 10 jenis inovasi yang menjadi penelitian intensif bertahun-tahun yang dipimpin oleh Döblin, sebuah perusahaan yang berfokus pada inovasi. Döblin telah menganalisis lebih dari 2.000 inovasi bisnis sepanjang sejarah serta menemukan bahwa sebagian besar penemuan tidak selalu berasal dari penemuan teknis asli atau penemuan langka. Döblin mengungkapkan bahwa sebuah inovasi muncul dari 3 aspek: konfigurasi, penawaran dan pengalaman. Aspek ini kemudian dijelaskan lebih lanjut dalam 10 jenis inovasi. 10 jenis inovasi tersebut adalah sebagai berikut:

Tipe Inovasi

Deskripsi

Model Keuntungan (Profit Model)

Bagaimana Anda menghasilkan uang?

Jaringan (Network)

Koneksi dengan orang lain untuk menciptakan nilai

Struktur (Structure)

Keselarasan bakat karyawan dan aset Anda

Proses (Process)

Proses khas untuk operasional bisnis

Kinerja Produk (Product Performance)

Fitur dan fungsionalitas yang membedakan

Sistem Produk (Product System)

Produk dan layanan pelengkap

Pelayanan (Service)

Dukungan dan peningkatan yang mengelilingi penawaran Anda

Saluran (Channel)

Bagaimana penawaran Anda disampaikan kepada pelanggan dan pengguna

Merek (Brand)

Representasi dari bisnis Anda

Keterlibatan Pelanggan (Customer Engagement)

Interaksi khas yang Anda dengan pelanggan

 

C.    Tantangan Revolusi Industri

         Terdapat beberapa tantangan yang dihadapi pada revolusi industri 4.0 ini salah satunya minimnya keterampilan yang memadai, masalah keamanan teknologi komunikasi, kendala stabilitas mesin produksi, ketidakmampuan untuk berkembang oleh pemegang kepentingan, serta banyaknya kehilangan pekerjaan karena berubah menjadi otomasi. Teknologi ini berdampak positif tergantung bagaimana individu dalam meminimalisir resiko dan peluang yang muncul di transformasi revolusi industri 4.0 yang terjadi berbeda dengan apa yang dialami manusia sebelumnya.

         Society 5.0 diartikan sebagai suatu masyarakat yang berpusat pada manusia yang menyeimbangkan kemajuan ekonomi dengan penyelesaian masalah sosial dengan sistem yang mengintegrasikan ruang maya dan ruang fisik. perbedaan dari kedua konsep ini adalah pada industri 4.0, masyarakat mencari, mengutip, dan menganalisis data atau informasi dengan mengakses layanan cloud melalui internet. Sedangkan, pada Society 5.0 sejumlah besar informasi dari sensor di ruang fisik terakumulasi di dunia maya dan dianalisis dengan kecerdasan buatan, lalu hasilnya diumpan kembali pada manusia dalam ruang fisik dalam berbagai bentuk. Hal itu dapat menimbulkan beberapa problematika di belahan dunia, salah satunya negara Jepang yang terkenal oleh kemajuan teknologinya. Karena adanya kemajuan melalui inovasi dalam sains dan teknologi sangat luar biasa, seperti peningkatan dramatis dalam daya komputasi. Hal ini berkontribusi pada peningkatan bisnis dan masyarakat.

4.1 Kesimpulan

       Peluang untuk berinovasi merupakan salah satu hal yang sangat memungkinkan untuk dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Adanya inovasi sendiri muncul karena perubahan zaman dari era yang belum terjamah oleh teknologi dan informasi menjadi era dimana segala sesuatu sangat bergantung pada perkembangan dan kemajuan teknologi dan informasi atau yang biasa disebut dengan revolusi industri 4.0. Hal ini karena IPTEK dinilai sangat membantu kehidupan manusia. Namun, dalam mengembangkan sebuah inovasi untuk terus berkembang pada era industri 4.0 ini banyak tantangan yang harus dihadapi, baik oleh manusia sendiri atau pun faktor yang berasal dari selain manusia. Oleh karena itu, perlu adanya strategi, yaitu dengan konfigurasi, penawaran dan pengalaman.

Referensi 

Fatchiya, A., & Amanah, S. (2016). Penerapan inovasi teknologi pertanian dan hubungannya dengan ketahanan pangan rumah tangga petani. Jurnal Penyuluhan, 12(2), 190-197.

Ghufron, G. (2018, September). Revolusi Industri 4.0: Tantangan, Peluang, dan solusi bagi dunia pendidikan. In Seminar Nasional Dan Diskusi Panel Multidisiplin Hasil Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2018 (Vol. 1, No. 1).

Nurdyasnyah, N., & Andiek, W. (2015). Inovasi teknologi pembelajaran

.Sundari, C. (2019). Revolusi Industri 4.0 Merupakan Peluang Dan Tantangan Bisnis Bagi Generasi Milenial Di Indonesia. In Prosiding Seminar Nasional Fakultas Ekonomi Untidar 2019. 

Tarantang, J., Awwaliyah, A., Astuti, M., & Munawaroh, M. (2019). Perkembangan sistem pembayaran digital pada era revolusi industri 4.0 di indonesia. Jurnal al-qardh, 4(1), 60-75.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mencari Tuhan dalam Ekonomi

Filosofi kertas Kehidupan

Filosofi Kacamata Bijaksana