Postingan

Analisis Holistic Marketing pada PT Indofood Sukses Makmur Tbk

Gambar
Ditulis oleh : Hikam Al Madani  Ilham Helmi Arif Bayu Anggarda Winoto Daffa Wildan Kusmayadi PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk. adalah salah satu perusahaan besar dan ternama di Indonesia. Perusahaan ini bergerak di bidang pengolahan makanan dan minuman yang didirikan pada tahun 1971 dan telah berekspansi hampir di semua daerah di Indonesia dengan merencanakan suatu komitmen untuk menghasilkan produk makanan olahan bermutu, aman, dan halal untuk dikonsumsi. Aspek kesegaran, higienis, kandungan gizi, rasa, praktis, aman dan halal dikonsumsi senantiasa menjadi prioritas utama Indofood untuk menjamin mutu produk yang selalu prima. Indofood adalah perusahaan makanan perdana di Indonesia dan memiliki pasar dalam negeri dan luar negeri melalui berbagai produknya, termasuk mi instan, tepung terigu, berbagai merek minyak dan lemak nabati, makanan bayi, serta makanan ringan. Indofood juga memproduksi produk bumbu makanan. INTEGRATED MARKETING COMUNICATION   : Media periklanan yang di terapkan PT

Puisi Kursi dan Meja Bayangan

  Kami hanyalah orang biasa Tinggal diantara penindasan kalian Bersembunyi di sebuah nama palsu Tenggelam dalam lautan informasi               Tidak ada rahasia             Dalam dunia hitam             Membunyikan alarm             Sebagai tanda bahaya   Rasa takut adalah takdir kami Meninggalkan jejak imanjiner Kata perintah adakah peluru Menghantui dari bayang bayang                         Diam tenang kami adalah keganasan             Bicara bisu kami adalah kehancuran             Memburu ke seluruh penjuru dunia             Dari sebuah meja dan kursi                 

Puisi Sadar yang kehilangan kesadaran

Gambar
Ilustrasi Paranoia concept illustration oleh Storyset Sumber gambar Freepik   Sebuah rumah begitu ambigu Warna Kuning terlihat abu-abu Sudah lupa akan rasa malu Aroma parfum sudah tak berbau               Semoga cepat berlalu             Tangan ini mengkhianatiku             Rasa bingung menjadi benalu             Tak tahu aku tidak tahu   Kaki ketiga dan alat bantu Pikiran masih membeku Suara hening begitu mengangu Mata takut akan lampu               Adik kecil tidak bernafsu             Keberadaan ini membuar ragu-ragu             Hidup atau mati sebenarnya diriku             Satu hari adalah seribu waktu

Web novel Langit Ketujuh : Bagian 1 Kota di Atas Langit

  Tiga tahun telah berlalu. Monyet kecil itu tumbuh dengan anak muda tersebut yang memasuki usia 11 tahun. Monyet itu kini telah tumbuh dengan bulu coklat sambil mengenakan kacamata di kapalanya. Ia berayun di tengah kerumunan orang-orang berpegangan pada bagian bagunan yang pada di sana.             Monyet tersebut berayun menuju tempat tertinggi di kota tersebut yaitu sebuah menara jam besar yang ada di tengah – tengah kota kecil. Memanjat dengan bagian bangunan yang tidak rata dengan lincahnya. Saat di puncak monyet itu dapat melihat seluruh kota dari puncak menara tersebut.             “ Crik.....”             Monyet itu kemudian bertukar dengan bocah tersebut, ia berdiri dengan kebangaan sambil melihat monyetnya yang harus memanjat dari bawah lagi. Saat monyet itu sampai, bocah tersebut langsung melempar sebuah pisang kepada monyet yang dimana buah tersebut. Monyet itu langsung menangkapnya dan memakannya sambil terjatuh dari ketinggian.             Dari atas tersebut boca

Postingan populer dari blog ini

Mencari Tuhan dalam Ekonomi

Filosofi kertas Kehidupan

Filosofi Kacamata Bijaksana