Filosofi Mentalitas Sepeda Habibie

Sumber : Portal Sepeda

Filosofi A-Z, Bachauruddin Jusuf Habibie adalah nama yang tidak akan lepas dari sejarah Indonesia atas jasanya mengantarkan bangsa Indonesia menuju era reformasi yang penuh dengan kebebasan pers dan  nama ini juga terukir abadi dalam sejarah inovasi teknologi penerbangan dunia yaitu penemuan Teori Crack. Sebelum meninggalkan dunia, beliau mewarisi sebuah prinsip yang menjadi pendomannya agar tetap berkarya tanpa memandang usia walau usianya pada saat itu telah menginjak kepala delapan. Pedoman tersebut adalah mentalitas sepeda yang diabadi kan dalam sebuah dialog singkat.


Dalam sebuah dialog singkat, beliau pernah berkata :

Dalam hidup ini saya memiliki mental seperti orang yang bermain sepeda, bila saya tidak mengayuh sepeda maka saya akan jatuh, jika saya berhenti bekerja maka saya mati.

Prinsip tersebut membuat beliau tetap bekerja, karena baginya bekerjalah yang membuat seorang untuk hidup. Perlu Kita tahu bahwa waktu yang sering kosong bisa meracuni mental dari seseorang dan berdampak pada kesehatan jasmani dan rohani. Layaknya sebuah sepeda yang bisa maju ke depan apabila terus dikayuh maka hiduppun akan terasa lebih baik jika ada kegiatan produktif yang bisa dilakukan. 


Beliau juga berpendapat bahwa sepeda merupakan produk dari masyarakat, begitu pula beliau yang merupakan pribadi yang lahir dari masyarakat. Oleh karena itu, beliau ingin tetap berkontribusi terhadap masayarakat seperti sebuah sepeda antik yang bermanfaat terhadap pemiliknya dan memiliki nilai estetika yang semakin mahal seiring waktu berjalan.

Saat bersepeda ada tiga pilihan yang bisa kita lakukan. Pertama, kita bisa mengayunkan sepeda secara cepat dengan mengerahkah seluruh tenaga dan hanya berfokus pada apa yang di depan mata kita agar mempersingkat waktu untuk mencapai tujuan kita. Kita tetao fokus untuk mencapai target kita dan menolak godaan-godaan yang ada dalam perjenan

 Kedua kita bisa mengayunkan sepeda secara perlahan dimana kita memilih untuk menikmati proses dalam mencapai tujuan dengan menikmati hal-hal yang kita temui dalam perjalanan seperti pemandangan, orang-orang yang berlalu-lalang dan lain-lainnya.

 Terakhir, tidak selamanya kita bisa mengayunkan sepeda kita terus-menerus. oleh karena itu, kita harus berhenti sejenak untuk beristirahat. Seperti hidup ini, kita juga perlu waktu untuk berhenti sejenak sebelum melanjutkan perjalanan untuk mencapai mimpi-mimp kita. Saat beristirahat, kita bisa menghela nafas untuk menghabiskan waktu sebentar bersama orang lain, bila beruntung kita akan bertemu dengan orang yang punya tujuan atau jalan yang sama, sehingga kita punya teman untuk bersepeda bersama-sama melewati jalan panjang hingga bepisah di persimpangan jalan.
Jika dilihat dari segi kesehatan, bersepeda memiliki manfaat bagi tubuh karena membuat otot untuk bergerak sehingga melancarkan peredaran darah yang mengalirkan pada otak sehingga menggurasi stress dan depresi. Selain itu, berpergian menggunakan sepeda dapat menggurangi dampak karbon dioksida terhadap linggkungan. Cara kerja sepeda ini bisa menjadi pendoman bekerja kita, dimana apapun yang kita kerjakan harus bermanfaat terhadap diri sendiri dan merupakan bidang yang kita suka sehingga tidak terjadi beban. Kemudianpekerjaan kita harus memberikan hal positif dengan lingkungan masyarakat maupun alam.


Dokumentasi Filosofi Sepeda oleh Habibie

Sumber : Youtube

Terima kasih, semoga Menginspirasi ...

Komentar

  1. Fokus, nikmati, dan istirahatlah. Tanpa fokus tidak akan sampai pada nikmat, tanpa fokus dan menikmati tidak akan ada kata istirahat, hanya putus asa.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mencari Tuhan dalam Ekonomi

Filosofi Kacamata Bijaksana

Filosofi kertas Kehidupan