Postingan

Menampilkan postingan dengan label Puisi

Puisis Aku adalah Kamu dan Kita

Gambar
Ilutrasi Hand drawn finger heart oleh Freepik Sumber Gambar Freepik Aku adalah aku Seorang yang tidak tahu diri Penuh ambisi dan kebodohan Berkeinginan untuk memiliki Kamu adalah kamu Seseorang yang tidak Sempurna Cerdas tapi begitu naif Sulit didekati dan Keras kepala   Aku adalah Aku Tidak tahu apa itu menyerah Maju Tanpa rasa takut  Tertawa di setiap Luka Kamu adalah kamu Berjalan dengan mandiri Tidak takut untuk sendiri Bahagia apa adanya   Kita adalah kita Bertemu dalam ketidak sengajaan Berjalan bersama dengan kebencian Penuh perdebatan setiap hari Kita adalah kita Menikmati setiap perselisihan Punya impian yang berbeda Harmonis dalam keterpaksaan

Puisi Mendaki Ke Puncak Langit

Gambar
Blue Wallpaper Mountains Sumber : Teahub Aku terpesona Pada Pohon-pohon tinggi Sejuk dan hijau Disertai embun yang hadiri        Aku terpesona      Pada kabut putih menyelimuti      Dengan angin bernyanyi      Putih tersesat dalam keindahan   Aku terpesona Pada jalan tanah yang berbatu Membuat kaki lelah Memaksa jantung yang lemah        Aku terpesona      Pada tebing curam      Melihat lembah dari kejauhan      Begitu seksi tetapi mematikan   Aku terpesona Pada sumber air kecil Membasahi tanah dan memberi kehidupan Menyegarkan tenggorokan yang lelah        Aku terpesona      Pada puncak tertinggi      Melihat jalan jauh yang telah dilalui      Menatap indahnya alam semesta

Puisi Sehancur-hancurnya Diri Sendiri

Gambar
Ilustrasi Depression concept oleh Storyset Sumber Gambar : Freepik Tubuh ini telah melawan Lemah dan tidak berdaya Tidurku membunuhku  Menyerang punggung dalam kelembutan      Mata ini sangat lelah      Tapi tidak mau untuk terlelap      Ide - ide  yang ada di kepala       Mengacaukan akal sehat  Mulut tak mampu merasa Hanya Pedas yang tersisa Hidung penuh dengan air Tak mampu menghirup udara segar      Nafsu membara tak terkendali      Membuat diri Sama seperti hewan      Berdoa sudah tidak ada arti      Kehilangan akan jalan kembali Kesendirian membuatku gila Keramain membuatku kesepian Kemiskinan membuatku seperti sampah Kekayaan membuatku kehilangan jati diri      Nasehat itu hanya omong kosong      Motivasi adalah semangat palsu      Aku Hancur sehancurnya      Tak merasa menjadi seorang manusia

Puisi Pelangi Cinta

Gambar
Ilustrasi Rainbow background, pastel paper cut style vector Oleh Rawpixel Sumber Gambar Freepik   Merah mukaku tersipu malu Saat kau datang menolongku Jingga waktu pertama bertemu Matahari terbenam di kala itu      Kuning es krim kamu beli untukku      Membuat luluh seiring waktu      Hijau laut saat melihat penyu      Bersamamu di hari minggu Biru cerah terpancar dari matamu Tak berdaya aku menatapmu Nila warna gaun favoritku Walaupun kau tidak suka tapi lucu      Ungu yang kau pilih untuk adikmu       Membuat aku sedikit cemburu      Tetapi kau yakinkan aku dengan ambigu      Kau tidak pandai untuk merayu Inilah kisah pelangi cintaku Kisah tentang aku dan kamu mejikuhibiniu warnaku & warnamu Kenangan yang abadi selalu

Puisi Seorang yang Terasingkan

Gambar
Ilustrasi Depression concept oleh Storyset Sumber Gambar Freepik Badai purnama Tak bernama Seperti drama Tanpa irama      Melihat ilusi      Jeruji besi      Mencari emosi      Dalam depresi Kaki berjalan Berbulan - bulan Menuju panggilan Mencari pembetulan      Bertanya - tanya      Hati kosongnya      Jiwa kotornya      Palsu keyakinannya Saat mati Jantung berhenti Tak berempati Tanah menanti

Puisi Pesan Kepada Sosok yang Anggun dan Perkasa

Gambar
Ilustrasi women's day superwoman Sumber Gambar Freepik Kepada para gadis Lahir cantik dan manis Walaupun dipandang  Tampilah dengan optimis      Kepada para perempuan      Tumbuh dalam ketekunan       Belajar mencari pengetahuan      Terlihat anggun dan cendikiawan Kepada para wanita Dalam sebuah cerita Semoga bertemu cinta Menemani Meraih cita-cita      Untuk bunda      Tetap hadir walaupun tiada      Membesarkan penuh lapang dada      Melahirkan para pemuda Untuk Kartini Hingga hari ini Mereka  tumbuh berani Menghidupkan ilmu dan seni      Untuk Ibu Pertiwi      Semua dapat menulis romawi      Lahir di tanah maknawi      Asal usul para dewa dewi

Puisi 9 Jam Berdarah

Gambar
Ilustrasi Soldier against sunset oleh Kjpageter Sumber Gambar Freepik Pukul Nol Sambil minum alkohol Hidup Ini begitu Konyol      Pukul Satu      Badan berbaring di atas batu      Lelah dan cemas saling menyatu Pukul Dua Sembunyi dalam besi tua Mencoba agar bisa menua      Pukul Tiga      Perasaan penuh curiga      Ketika harus terus terjaga Pukul Empat Kutulis sebuah surat Agar tetap dalam akal sehat      Pukul Lima      Bunyi mesin membuat trauma      Suara ledakan saling bergema Pukul Enam Ribuan peluru telah tertanam Darah merah menjadi hitam Pukul Tujuh  Langit gelap bergemuruh Para pesawat mulai jatuh Pukul Delapan Mengangkat sebuah senapan Kerena kematian ada di depan      Pukul Sembilan      Apakah ini adalah sebuah kebetulan ?     Hidup  seorang diri di tengah kemustahilan

Puisi Gadis di Balik Jendela

Gambar
Ilustrasi Lonely man stand at window look on night street oleh Upklayk Sumber Freepik Siapakah dirimu? Gadis di seberang sana Duduk seorang tanpa peduli Menyendiri dalam kerumunan      Apa yang engkau lihat ?      Di balik jendela yang gelap gulita      Hanyut tenang dalam pikiran      Melepas semua godaan Siapa namamu? Mataku terus melirik Batinku tak bisa berbohong Rasa penasaranku meronta-ronta      Apakah engkau lelah?      Bersandar di dinding besi      Sambil duduk di Kursi Keras      Mencoba menahan mata Dari mana asalmu? Engkau hadir lebih dulu Dan aku yang pergi lebih dulu Membuat hatiku tersipu      Apakah kita bisa bertemu ?      Mungkin suatu hari yang akan datang      Atau perjalanan berikutnya       Di antara sempitnya dunia

Puisi Tanda Tanya untuk Kesetiaan

Gambar
Ilustrasi Hand drawn pinky promise concept oleh Freepik Sumber Gamber Freepik Ketika aku sendiri. Maukah engkau untuk menemani ?      Ketika aku tak mampu berdiri      Maukah engkau menuntunku untuk berdiri ? Ketika aku tidak memiliki Maukah engkau untuk memberi ?      Ketika aku sedang mencari      Maukah engkau untuk menanti ? Ketika aku jatuh dalam emosi Maukah engkau untuk menasihati ?      Ketika aku kehilangan jati diri      Maukah engkau untuk memberikan arti ? Ketika aku hancur tak ada harga diri  Maukah engkau untuk tidak pergi ?      Ketika aku tak bisa melihat esok hari       Maukah engkau menenamaniku sebelum mati ? Ketika aku sudah tidak ada disini Maukah engkau kenang dalam memori ?

Puisi Malas di Hari Minggu

Gambar
Ilustrasi Cute sloth sleeping with coffee cup cartoon Oleh Catalystuff Sumber Gambar: Freepik Rasanya begitu lemas Untuk lanjut menulis Ingin menutup mata kembali Tak sadarkan diri diatas kasur  Perut sudah berbunyi Alarm waktu lapar Tapi dapur begitu jauh Apakah aku minta tolong saja ? Oh tidak... Aku lupa kalau  sendirian Tadi itu mimpi yang indah Tapi sayang tidak bisa disambung Aku ingin beristirahat Tidak melakukan apapun Tidak berpikir apapun Tanpa tekanan sedikitpun Siang ini begitu membosankan Aku harap ada sesuatu Melihat awan biru yang  tenang Rehat dari dunia maya  Entah  kenapa sudah sore hari Besok adalah hari yang kubenci Semoga besok tidak melelahkan Hari ini begitu sia-sia Oh, sial... Aku terlalu banyak tidur Pikiranku merusak ketenangan  Sungguh hari yang tidak menyenangkan  

Puisi Hujan di Dinginnya Bulan Januari

Gambar
Ilustrasi Cloud with Failing Rain oleh Starline Sumber Freepik Satu tahun telah berlalu Waktunya memulai lembaran baru Air hujan turun membasahi daun hijau Pagi basah dengan burung-burung yang berkicau Genangan air itu seperti danau Sebuah wisata akan masa lalu Tubuh yang basah bersamamu Terjebak badai di bawah pohon kayu Aku punya rasa ingin tahu Tentang daratan asing dan hujan salju Dimana setiap air akan membeku Tapi tidak dengan rasa rindu Aku begitu cemburu  Pada hujan yang berwarna biru Aku benci untuk menunggu Pada salju yang saling menyatu Andai Aku mampu Mungkin kita bisa bertemu Andai aku melangkah mau Mungkin dirimu dapat ku jangkau

Puisi Azan sang Panggilan untuk Umat Manusia

Gambar
Ilustrasi Ramadan landscape background at sunset  Sumber : Freepik Allaahu Akbar, Allaahu Akbar Tidakkah engkau mendengar kabar ? Allaahu Akbar, Allaahu Akbar Tentang panggilan sebelum fajar   Asyhadu allaa illaaha illallaah Hingga awal malam yang lelah Asyhadu allaa illaaha illallaah Untuk mendirikan wasillah   Asyhadu anna Muhammadar rasuulullah Siapa diantara kalian berjalan di sabilillah ? Asyhadu anna Muhammadar rasuulullah Merendah diri ketika mendengar petuah   Hayya ‘alashshalaah Wahai manusia yang berserah ! Hayya ‘alashshalaah Apabila engkau punya seribu masalah   Hayya ‘alalfalaah Biarkanlah Tuhan-mu menunjuk arah ! Hayya ‘alalfalaah Janganlah engkau menyerah !   Allaahu Akbar, Allaahu Akbar Sungguh Tuhanmu Maha Mendengar Laa ilaaha illallaah Kepada hamba-Nya yang mau berbenah

Puisi Hari Menahan Lapar dan Haus

Gambar
Ilustrasi Gambar oleh Author Freepik : Freepik Pada sebuah bulan suci Para pemuja mulai bernyanyi Penyucian untuk diri sendiri Perayaan menyenangkan hati Ujian untuk menjaga rasa Upaya untuk menahan dahaga Usaha untuk menjaga mata Untuk mereka yang percaya Alam semesta berbahagia Anak-anak ikut bersorak ceria Azan magrib dinanti-nanti Akankah ini bisa menjadi abadi  Saat waktunya malam           Sepenggal nasihat begitu dalam Salat panjang diakhiri salam Selembar ayat suci penuh ajaran islam Ada masa melupakan duniawi Ada masa untuk diakhiri Ada masa hidup ini tidak abadi Apakah bisa kita bertemu kembali  ?

Puisi Satu Minggu di Masa Putih Abu - Abu

Gambar
Sumber : Freepik Hari ini Hari Senin Menata diri di depan cermin Untuk mengiringi selembar kain Mengibarkan bendera bersama angin           Besok adalah hari selasa Meninggalkan kelas bahasa Tanpa adanya rasa berdosa Demi menatap kebebasan angkasa Lusa ada hari rabu Tubuh penuh keringat dan berdebu Makan bersama dengan jus jambu Bersenda gurau walau tabu Pada hari kamis Baju batik terlukis Sering sekali merasa krisis Yang membuat diri begitu egois Ketika hari jumat Merendah diri dengan baju coklat Berdoa agar terlihat  taat Sebab perilaku dan hati sering bejat Akhir hari sabtu Mengikat tali sabtu Bertemu seorang ratu Menikmati kota Batu Kemarin hari minggu Sering membuat ragu-ragu Semua begitu ambigu Menutup dengan sebuah lagu

Puisi Aksara Kuno dari Tanah Jawa

Gambar
Ha Na Ca Ra Ka Simbol yang pernah menjadi pusaka Bekelok-kelok penuh akan estetika Perlahan musnah karena  dinamika        Da Ta Sa Wa La      Menggambarkan agungnya cakrawala      Di tanah yang penuh para gembala      Bersama  gadis manis bagai gula   Pa Dha Ja Ya Nya Meninggal misteri penuh tanda tanya Bersama dongeng dari mulut para nyonya Akan kerjayaan kebesarannya        Ma  Ga Ba Tha Gha      Legenda sampai ke setiap telinga      Maha Raja perkasa seperti singa      Gugur di tanah sejuta bunga

Puisi Surat dari Kota Metropolitan kepada Daerah Istimewa

Gambar
Dari sunyinya Jakarta Menatap langit hitam dibalik kereta Cahaya gedung menerangi gelap gulita Rasa rindu ini begitu nyata        Dari atmosfer Yogyakarta      Sebuah tempat seribu satu cerita      Membawa jutaan kilauan mata      Tapi hanya ada satu wanita   Di tengah malam Ibukota Mencoba melampiaskan dengan tinta Tapi hati ini semakin meronta-ronta Hasrat terdalam yang tak bisa berdusta        Untuk seseorang di sebuah kota      Maaf tak bisa berkata-kata      Membuat jiwa ini terus menderita      Karena sebuah cinta

Puisi Jangan Berkata

Gambar
Jangan pernah berbicara  Jika tak mampu merangkai kata  Jangan pernah berjanji  Jika tak mampu menepati  Jangan suka bermesra  Jika tak mampu menjaga rasa Jangan bicara banyak gaya  Kalau diri ini tak berdaya  Jangan katakan cinta  Kepada seorang buaya  Jangan pernah berpendapat  Ketika lidah suka bersilat   Jangan bersorak "di rumah saja"  Pada Perut yang tidak bersahaja  Jangan berteriak "Hak asasi manusia"  Pada yang hidup di medan penuh darah  Jangan memohon "Tolong saya"  Pada orang-orang yang menganinaya   Dan jangan berteriak keadilan  Jika tak mengerti apa itu adil

Puisi Wasiat Satu Abad

Gambar
 Kakekku hidup sederhana di desa Ia pekerja keras sebagai buruh tani Menitip pesan pada anaknya Sebuah kata tentang nasib ini " Kita orang kecil tapi nasibmu ada di tanganmu ! " Ayahku pegawai mapan di kota Dan membesarkanku sejak dini Masih teringat nasehatnya Tentang meraih sebuab mimpi " Kejarlah mimpimu melampaui langit semu" Kini aku si kaya Raya Punya buah hati dari janji suci  Ku Berwasiat pada putra putrinya Sebuah pesa satu abad tentang jati diri " Raih kesuksesan hingga nama ayah lenyap karena kilau cahaya dari apa yang kalian raih." Wasiat ini ada sejak dulu kala Pesan satu abad dari lintas genarasi Yang turun temurun kebjikasannya Agar kehidupan dunia lebih berarti

Puisi Lelah Untuk Menyerah

Gambar
Lelah Untuk Menyerah Karya Ilham Helmi Arif Aku sudah lelah Lelah untuk menyerah telingaku ini begitu lelah Lelah dari ocehan para pedebah   Ragaku sangat lelah Lelah dari semua luka parah Lidahpun juga lelah Lelah melontarkan semua amarah   Jiwa inipun sudah lelah Lelah dari yang namanya kalah Hatipun juga terasa lelah Lelah jauh dari rumah

Puisi "Ini Siti"

Gambar
Saya Siti, kamu siti, dia Siti. Siti Rahmani Rau adalah nama beliau. Itu Siti, ia Siti, beliau Siti. Seorang Kartini dari Era Orde Baru. Itu saudara Siti, itu saudari Siti. Ia sang penulis tanpa tanda jasa. Ini Adik Siti, Ini Kakak Siti. Ingatkah engkau saat belajar membaca ? Ia Ayah Siti, Ia Ibu Siti "Ini Budi" Karya Emasnya." Aku Siti, Kamu Siti, Kita Siti Maha Karya, kunci masa depan bumi pertiwi ini

Postingan populer dari blog ini

Mencari Tuhan dalam Ekonomi

Filosofi Kacamata Bijaksana

Filosofi kertas Kehidupan