Puisi Wasiat Satu Abad

Gambar
 Kakekku hidup sederhana di desa Ia pekerja keras sebagai buruh tani Menitip pesan pada anaknya Sebuah kata tentang nasib ini " Kita orang kecil tapi nasibmu ada di tanganmu ! " Ayahku pegawai mapan di kota Dan membesarkanku sejak dini Masih teringat nasehatnya Tentang meraih sebuab mimpi " Kejarlah mimpimu melampaui langit semu" Kini aku si kaya Raya Punya buah hati dari janji suci  Ku Berwasiat pada putra putrinya Sebuah pesa satu abad tentang jati diri " Raih kesuksesan hingga nama ayah lenyap karena kilau cahaya dari apa yang kalian raih." Wasiat ini ada sejak dulu kala Pesan satu abad dari lintas genarasi Yang turun temurun kebjikasannya Agar kehidupan dunia lebih berarti

Kamus Filosofi A-Z

A
ABCD >>
Air Ibarat Ilmu Alam Semesta >>
Anak kecil >>
B
<< Bayangan Jati Diri 
C
D
<< Dompet Kosong
E
F
G
Guru Pahlawan Tanpa Tanda Jasa >>
Goblok ala Bob Sadino >>
H
I
J
 << Jam (Bekerja Seperti Jam)
K
Kacamata Bijaksana >>
Kamus Jutaan Makna >>
Kertas kehidupan >>
Kopi Kepemimpinan >>
L
M
Magnet Kesuksesan >>
Merdeka >>
Mawar & Makna Warnanya >>
N
O
Obat Sakit Hati >>
P
<< Puasa Di Bulan Ranadhan
<< Penyakit Hati 
Q
R
<< Rokok Penuh Kontraversi
<< Ramadan bagi Santri Biasa
S
Sepeda ala Eyang Habibe >>
T
U
Uang Yang Berbicara >>
V
W
Warna-Warni Kehidupan >>
Wanita dari Tulang Rusuk >>
Waktu adalah Uang >>
X
Y
Z

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Filosofi Kacamata Bijaksana

Filosofi kertas Kehidupan

Filosofi Warna - Warni Kehidupan