Filosofi Proses Memasak Mie Instan

Sumber Gambar : Freepik

    Ketika lapar menyerang di tengah malam, mi instan menjadi salah satu solusi untuk menjinakkan perut. Dinginnya malam hari serta rasa malas untuk pergi keluar di tengah kesunyian menjadi salah satu faktor untuk masak sendiri. Cara yang mudah dan simpel membuat semua orang dapat memasak mi enak dengan garansi bumbu yang telah disediakan.

    Mi kering yang ada di dalam harus dipanaskan oleh air agar dapat membentuk tekstur yang kenyal dan lembut di mulut. Hal ini hampir sama dengan pola pikir kita yang keras kepala harus mau merasakan ujian agar bisa menjadi seseorang yang lembut. Memasak mi terlalu lama dapat membuat mi terlalu banyak kadar air sedangkan air kurang panas membuat mi memiliki tekstur yang keras. Kita harus tahu seberapa kapasitas diri kita, terlalu memaksa diri dapat melukai diri tapi tidak sungguh-sungguh sama saja omong kosong.

    Sambil menunggu kita dapat menyiapkan bumbu yang ada dan melihat bagaimana proses adonan mi kering mengembang secara perlahan-lahan bersama gelembung uap panas. Ini adalah sebuah proses pembuatan mi walaupun namanya mi instan tapi masih ada proses menunggu dengan sabar seperti menunggu kepastian jawaban si dia tanpa ada kejelasan atau menunggu hasil dari kerja keras kita. Kita lebih sering tidak melihat waktu untuk melihat kapan mi itu matang tapi kita yakin bahwa mi itu akan matang sesuai dengan apa yang kita usahakan.

“Yakinilah pada kerja kerasmu bahwa ada waktunya hasilnya mulai terlihat.”

    Mi instan merupakan simbol kebahagiaan sederhana sebab tidak harus makan rendang yang mahal untuk merasakan rendang atau pergi makan ke korea untuk merasakan masakan khas disana. Walaupun hal itu hanyalah penyedap rasa dan tidak sehat seolah-olah hal itu seperti kebahagiaan palsu yang semu. Banyak hal juga seperti itu, tersenyum melihat orang yang paling benci atau mematahkan prinsip dan ambisi karena realita yang ada.

    Kemudian di sisi lain sebelum penciptaan mi instan ada proses panjang sebelum mi itu bisa dimasak dalam waktu tiga menit. Mulai dari penanaman gandum serta rempah-rempah bahan baku hingga tahap pengemasan. Hal ini juga sama mungkin kita perlu belajar bertahun-tahun dalam suatu masalah hingga menemukan cara paling mudah dan singkat untuk menyelesaikan suatu masalah.

    Saat mi sudah matang, maka waktunya menuangkan mi diatas bumbu yang telah disiapkan. Ada yang suka mi goreng ataupun mi kuah, semua orang punya pilihan masing-masing. Rasa akan nikmat ketika diaduk perlahan-lahan menjadi satu kesatuan. Lidahpun sudah tidak sabar untuk menyantap obat dari rasa lapar.

“Hidup akan lebih terasa jika sudah mencampur menjadi satu kesatuan.”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mencari Tuhan dalam Ekonomi

Filosofi kertas Kehidupan

Filosofi Kacamata Bijaksana