Postingan

Puisi Jangan Berkata

Jangan pernah berbicara Jika tak mampu merangkai kata Jangan pernah berjanji Jika tak mampu menepati Jangan suka bermesra Jika tak mampu menjaga rasa Jangan bicara banyak gaya Kalau diri ini tak berdaya Jangan katakan cinta Kepada seorang buaya Jangan pernah berpendapat Ketika lidah suka bersilat Jangan bersorak "di rumah saja" Pada Perut yang tidak bersahaja Jangan berteriak "Hak asasi manusia" Pada yang hidup di medan penuh darah Jangan memohon "Tolong saya" Pada orang-orang yang menganinaya Dan jangan berteriak keadilan Jika tak mengerti apa itu adil

Puisi Wasiat Satu Abad

Gambar
 Kakekku hidup sederhana di desa Ia pekerja keras sebagai buruh tani Menitip pesan pada anaknya Sebuah kata tentang nasib ini " Kita orang kecil tapi nasibmu ada di tanganmu ! " Ayahku pegawai mapan di kota Dan membesarkanku sejak dini Masih teringat nasehatnya Tentang meraih sebuab mimpi " Kejarlah mimpimu melampaui langit semu" Kini aku si kaya Raya Punya buah hati dari janji suci  Ku Berwasiat pada putra putrinya Sebuah pesa satu abad tentang jati diri " Raih kesuksesan hingga nama ayah lenyap karena kilau cahaya dari apa yang kalian raih." Wasiat ini ada sejak dulu kala Pesan satu abad dari lintas genarasi Yang turun temurun kebjikasannya Agar kehidupan dunia lebih berarti

Seni dalam Berbagi & Sedekah

Gambar
  Saya punya sebuah prinsip dalam berbagi yaitu berbagilah pada mereka yang tidak meminta-minta. Menurut saya ketika seorang tidak meminta-minta, mereka masih punya keinginan untuk maju dan berusaha. Ketika saya berbagai pada orang yang tidak meminta-minta maka saya berusaha untuk menghargai usah seseorang.   Sebuah kenangan yang tidak terlalu pahit masih saya ingat ketika kelas 10 yang polos, gagal untuk ikut panitia yang mangabdi langsung pada masyarakat tapi tidak terlalu buruk karena saya sudah ditolak berkali-kali dari panitia-panitia sebelumnya dan hal itu semenyakitkan saat ditolak mentah-mentah.   Walaupun ada hal yang lebih menjengkal ketika saya menyadari akan sebuah kenyataan. Sebuah kenyataan yang pahit adalah mayoritas dari panitia tersebut dipilih berdasarkan kedekatan dengan para pelamar dan itu cukup menjengkel. Percuma seleksi wawancara dilaksanakan tapi daftar yang terpilih sudah ada.   Dari sini saya menyadari akan sebuah hal, tentang menilai seorang. Akan tetapi, pa

Puisi Lelah Untuk Menyerah

Gambar
Lelah Untuk Menyerah Karya Ilham Helmi Arif Aku sudah lelah Lelah untuk menyerah telingaku ini begitu lelah Lelah dari ocehan para pedebah   Ragaku sangat lelah Lelah dari semua luka parah Lidahpun juga lelah Lelah melontarkan semua amarah   Jiwa inipun sudah lelah Lelah dari yang namanya kalah Hatipun juga terasa lelah Lelah jauh dari rumah

Telur Rasa Celana dalam

Gambar
     Saat membicarakan tentang yang namanya kenangan di kantin, maka yagn teringat adalah sebuah waktu-waktu lidah yang krisis akan cita rasa dan perut yang sering kosong. Ada yang bilang bila rasa ini adalah sikap merendahnya seorang murid dalam mencari ilmu tapi tetap saja yang namanya lapar itu bikin marah      Rasa lapar sering sekali datang tidak peduli waktu dan kondisi yang terjadi kadang datang saat ujian dan kadang datang di tengah malam yang menggangu tidur. Rasa inilah yang menggantikan rasa gelisah dari tidak memegang gawai yang begitu dekat dengan kehidupan sekaligus pelarian dari semua masalah tugas dan tekanan sekolah yang begitu padat dan silih berganti.      Setiap angka mendekati delapan malam, hal-hal yang saya dan teman-teman tunggu adalah makan malam dimana waktu ini sangat ditunggu-tunggu setelah kegiatan pembalajaran diantara padat dari pagi hari hingga malam hari. Kami hanya dijatah makan pagi dan malam sehingga makan siangnya harus ditanggung sendiri. Terkadang

Ketika Hedonisme Memutar Harta

Gambar
  Hedonisme adalah musuh pebuyutan dari yang namanya minimalis atau bahasa lokalnya adalah hidup sederhana. Perilaku hedonisme itu identik dengan yang namanya hasrat untuk menggunakan barang hypebeast  atau barang keren. Saya sempat sangat memusuhi dengan perilaku ini karena tidak sesuai dengan kempuan dompet saya sehingga saya putuskan untuk melihat sesuatu hal yang berbeda.      Mengenang rasa cemburu yang bodoh ini membuat saya ingin tertawa sebab saya masih ingat betapa yang namanya hati ini merasa begitu rendah dan jengkel melihat barang hypebeast  itu. Kebodohan itu dimulai dari melihat sebuah gawai bekas yang bermerk apel malang yang digigit padahal spefikasinya itu sudah kaduluarsa 10 tahun dan kalah dengan gawai terbaru merk tiongkok yang murah meriah.      Pernah saya merasa jengkel ketika kelas 11 melihat teman saya yang menyoret-nyoret sepatu kain yang pernah menjadi sepatu atlet NBA di era 90an. Bayangkan saja, belum genap tiga bulan ia beli sepatu baru tersebut tapi sudah

Tiga Jenis Filosofi Tanda Tanya

Gambar
  “ Malu bertanya sesat di jalan.” Kalimat sederhana ini adalah salah satu nasehat lokal yang sudah tidak asing ditelinga kita. Namun, siapa sangka bahwa kalimat ini punya banyak sekali kebijaksanaan yang tidak dibayangkan. Menjadi seorang pelajar di akhir masa siswa dan akan memasuki jenjang mahasiswa sudah menjadi sebuah target agar bisa mengkritisi sebuah permasalahan. Salah satunya ialah lewat sebuah pertanyaan.  Ketika masih duduk dibangku sma saya sering sekali membuat pertanyaan yang mengkritisi dan tidak suka dengan petanyaan simpel yang sama sekali tidak berbobot. Namun, setelah beberapa waktu saya akhir mulai merenungkan apa peran dari kualitas dari sebuah pertanyaan. Pertanyaan Kritis Terkadang saya merasa tersenyum sendiri saat mengenang masa-masa tersebut dimana saya ingat akan sebuah kompetisi tidak resmi dengan salah satu orang yang rasa ingin tahu dan wawasanya jauh lebih luar dari saya. Kami sering sekali berlomba untuk menciptakan pertanyaan yang paling kritis dan pen

Postingan populer dari blog ini

Filosofi Kacamata Bijaksana

Filosofi kertas Kehidupan

Filosofi Warna - Warni Kehidupan