Puisi Jangan Berkata

Jangan pernah berbicara Jika tak mampu merangkai kata Jangan pernah berjanji Jika tak mampu menepati Jangan suka bermesra Jika tak mampu menjaga rasa Jangan bicara banyak gaya Kalau diri ini tak berdaya Jangan katakan cinta Kepada seorang buaya Jangan pernah berpendapat Ketika lidah suka bersilat Jangan bersorak "di rumah saja" Pada Perut yang tidak bersahaja Jangan berteriak "Hak asasi manusia" Pada yang hidup di medan penuh darah Jangan memohon "Tolong saya" Pada orang-orang yang menganinaya Dan jangan berteriak keadilan Jika tak mengerti apa itu adil

Filosofi kertas Kehidupan

Creator of Prisma
 Kertas adalah barang lebaran dibuat dari bubur rumput, jerami, kayu dan lainnya. Walaupun media kertas telah berganti dengan media elektronik, tapi kertas masih tetap digunakan sampai sekarang. Banyak hal yang bisa kita lakukan pada kertas mulai dari ditulis, dibakar, digambar,diremuk, dirobek dan banyak lainnya. Bagaimana jika kita ibaratkan orang yang kita kenal sebagai sebuah lembaran kertas kosong.










 Kepercayaan seseorang itu seperti sebuah kertas kosong yang mulus tanpa adanya sebuah lipatan, ketika engkau hianati kepercaayaan itu maka kertas itu akan remuk. Walaupun engkau mencoba untuk bangun kepercayaan itu lagi masih ada remukan yang tersisa di kertas tersebut.

 Lalu engkau sendiri itu sebuah pensil yang  bisa menulis  & mengambar di kertas tersebut. Jika engkau tak mampu menulis kata kata indah di kertas tersebut maka tulis dengan kata sederhana yang engkau bisa, jangan sampai engkau menulis kata kata buruk di kertas. Jika engkau tak mampu mengambar gambar yang indah di kertas itu, maka janganlah engkau mengambar hal yang buruk di kertas itu. Itu akan menjadi kepingan kenangan untuk orang tersebut. 


 Ketika manusia terluka maka ia akan berusaha merobek kertasnya sendiri. Ia akan berusaha untuk merobek bagian yang menyakitkan dari masa lalunya. Jika sampai kertas itu robek maka bukan hanya kenangan buruk saja yang hilang tapi  ada hal indah pula yang ikut tersobek. Dan bekas sobekan itu akan menjadi sebuah luka yang dalam, luka itu adalah luka yang menghacurkan diri mereka sendiri
.
  Engkau bisa menolong orang tersebut dengan menjadi penghapus, penghapus yang menghapus kenangan buruk itu walaupun meninggal bekas yang samar. Setidaknya engkau berusaha  untuk menghapus kesedihan orang lain.  Memang tak akan mudah & bisa saja itu melukai diri anda karena penghapus akan terkikis habis seiring seberapa luka yang ingin engkau sembuhkan.

 Kesimpulannya iyalah hati orang lain itu seperti sebuah lembaran kertas kosong, kertas kosong itu di persembahkan untukmu. Engkau sendiri yang akan mengisi & mengambarnya.  Jika tak mampu membuat utaian kata yang indah atau gambar yang menggamgumkan. Maka jadilah penghapus yang menghapus kesedihan dari lembaran yang lain.


 Jadi, Apakah kalian punya pandangan berbeda tentang kertas ? Bagikan pendapat kalian pada komen, Satu kebaikan untuk Semua !

Komentar

  1. indah sekali untaian katanya dan sangat inspiratif. hal yang saya petik dari tulisan ini adalah menjadi seorang yang mampu menghibur orang lain dengan menjadi seperti penghapus yang dapat berguna bagi orang lain. bagi saya berkorban untuk kebahagiaan orang lain adalah hal yang sangat indah.

    BalasHapus
  2. intinya hilang kepercayaan hilang sudah harapan...

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Filosofi Kacamata Bijaksana

Filosofi Warna - Warni Kehidupan