Postingan

Menampilkan postingan dengan label Novel

Webnovel atau Light Novel Si Kilat Biru Chapter 7 : Sebuah Awal Setelah Akhir Cerita

  Drio berjalan di antara sisa-sisa bangunan yang telah menjadi hitam dan abu. Dia mencoba mengangkat tumpukan-tumpukan yang masih bertahan di sana. Drio menemukan sebuah buku berwarna hijau tua yang masih utuh walaupun sampul halamannya terlihat noda hitam yang menempel. Buku itu tertulis “ Dongeng Ratu Bijak ” dan sebuah gambar seorang ratu tanpa mahkota yang berdiri di atas sebuah tebing sambil melihat tiga gunung di depannya.             Drio mengingat kembali sebuah malam dimana mereka berempat sedang makan malam bersama. Waktu itu ia sedang berusia 5 tahun, Ibu Drio terlihat begitu anggun saat memasak ikan goreng di atas wajan. Drio kecil memerhatikan Ibunya yang memiliki kulit coklat cerah dan rambut panjang sedang memotong sayur menjadi balok-balok kecil             Saat itu adiknya baru berusia 1 tahun, duduk di atas kursi bayi sambil memainkan sebuah boneka kelinci putih yang kehilangan setengah bagian telinga kanannya. Ia mencoba mengayunkan lengan kelinci tersebut, yang

Webnovel / Lightnovel Si Kilat Biru Chapter 6 : Pemburuan Si Kucing Hitam di Lautan Api

“ Aku sangat lelah ...” “ Aku benar-benar lelah ...”             Kata-kata itu terbenak dalam pikiran Drio yang kemudian tersadar dari pingsannya. Ia sedang duduk dan merasakan udara begitu dingin dari belakangnya serta udara panas yang datang dari depannya. Dia melihat kobaran api yang telah merajalela di tempat dimana ia tinggal. Seketika, ia langsung mencoba untuk mengerakkan tangannya tapi ada dua rantai borgol besi mengikatnya di antara dua balok besi yang di tancapkan. “ Apa ini ? ”   Tanya Drio yang melihat kedua tangannya terikat.             Drio memerhatikan sekitarnya. ia menyadari bahwa ia sedang di tahan di atas dinding laut. Drio yang teringat dengan keluarganya berusaha menarik kedua tangannya ke depan tetapi tangannya terasa begitu berat untuk ia tarik. Drio kemudian menutup mata dan mengingat rasa dari kekuatan listriknya. Ia melihat sebuah bola energi berwarna biru yang di aliri oleh listrik bergerak di sekitarnya. Ia mulai merasakan aliran listrik yang ada di

Webnovel / Lightnovel Si Kilat Biru Chapter 5 : Bangkitnya kekuatan Listrik Si Kilat Biru

  Drio memegang genggam pintu tersebut sambil meyakinkan dirinya. Seekor anjing yang sedang melompat untuk mendobrak pintu tersebut terkejut melihat Drio berdiri di depannya setelah pintu itu terbuka. Drio yang melihat anjing tersebut memukul dengan pipa besinya sehingga anjing itu terlempar ke jauh belakang. Drio melangkahkan kakinya keluar ruangan dengan gagahnya. “ Ayo ! aku akan menghajar kalian semua.” Ungkap Drio sambil menodongkan pipa tersebut.             Tiga ekor anjing melompat dari atas dengan arah yang berbeda. Drio langsung memukul seekor anjing yang datang sebelah kanannya. Kemudian, ia langsung menunduk untuk menghindari dua ekor anjing yang datang dari arah belakangnya. Lalu seekor anjing datang berlari ke arah Drio sehingga secara refleks, Drio langsung mengayunkan pipa besi sambil memutar badan ke arah kiri. Akan tetapi, Anjing itu menggigit pipa besi tersebut dan mendorong badan Drio hingga jatuh telentang “ Rrr ... rrr ...” Terdengar suara geraman anjing sam

Webnovel / Light Novel Si Kilat Biru Chapter 4 : Segerombolan Anjing

  Kata-kata tersebut menjadi hal terakhir yang diucapkan oleh Drio sebelum pergi dari rumahnya. Drio membalikkan badannya dan pergi keluar, dia sebenarnya ingin untuk memeluk ibunya yang telah begitu peduli dan menerima apa adanya namun rasa amarah telah menyelimuti Drio sehingga ia sudah muak dengan segalanya.          Drio keluar rumah, ia berjalan menjauhi rumah sederhana tersebut sambil menengok ke belakang. Dalam hati kecilnya, ia berharap ibunya memanggilnya untuk kembali, sama seperti waktu kecil dimana ia main terlalu lama. Ingatan itu datang seketika, Drio pun masih dengan jelas mengingat ingatan itu. “ Drio cepat pulang ! Ada ikan bakar kesukaanmu !” Teriak Ibu Drio yang memanggilnya beberapa tahun yang lalu.          Akan tetapi hari ini tidak terjadi, semakin jauh Drio untuk melangkah semakin ia sadar bahwa hal itu tidak akan terjadi. Entah kenapa ia merasakan rasa sakit di dada atas kirinya. Rasa sakitnya begitu menusuk dan rasanya jauh lebih menyakitkan dari rasa peri

Webnovel / Light Novel Si Kilat Biru Chapter 3 : Api di Tepi Pantai

         Pikiran Drio mulai tersadar, ia dapat mendengar suara hempasan ombak keras datang terus menerus. Suara gemuruh angin datang membawa rasa dingin yang menusuk ke seluruh badannya tetapi ada rasa hangat yang ada di dekatnya. Terdengar suara langkah kaki yang menggetarkan tanah.          Perlahan-lahan Drio membuka matanya perlahan-lahan, ia melihat cahaya kuning dalam pandangan yang begitu redup. Kemudian, ia melihat beberapa ekor ikan yang di bakar di atas api unggun, aromanya menyengat membuatnya cepat sadar. Lalu ada seorang laki-laki yang duduk di samping api tersebut sambil menghangatkan kedua tangannya. Drio melihat kedua tangan dan seluruh tubuhnya telah dipenuhi oleh perban. “ Wah kamu sudah sadar yah ! ” Ungkap laki-laki itu dengan ramah. “ Dimana aku ? ” Tanya Drio sambil berusaha untuk bangkit walaupun ia masih merasakan sakit dari seluruh tubuhnya. “ Kau berada di lorong-lorong dalam dinding laut Batavia ” Jawab laki-laki tersebut.          Drio mencoba berdiri

Webnovel / Light Novel Si Kilat Biru Chapter 2 : Sepiring Ikan Bakar

 “Berita terkini, Muncul seekor makhluk buas di wilayah utara yang hilang kendali di mana ada sekitar 5 orang tewas dan 17 orang luka-luka. Pihak angkatan darat masih melakukan penyelidikan atas tragedi peristiwa tersebut.” Ungkap seorang wanita berpakaian jazz pink.          Beberapa saat kemudian, diputarkan sebuah rekaman video amatir tentang tragedi tersebut. Dimana terekam bangunan-bangunan yang hancur dengan kobaran api dan terlihat beberapa orang yang melarikan diri pada malam hari. Terdengar suara gemuruh dan raungan keras dari arah kobaran api. Kemudian, terlihat bayang-bayang kucing besar yang melompat dari kobaran api ke arah perekam tersebut. “Wah .... Wah .... ini bukan berita bagus !” Ungkap Mr Tao yang melihat berita tersebut. “Aku pergi dulu Mr Tao.” Pamit Drio meninggalkan toko tersebut.          Saat pamit, Drio melihat seseorang dengan rambut gelombang dan jenggot tipis secara diam-diam mengambil sebotol anggur. Ia dengan santainya mengambil botol dan menyembunyi

Postingan populer dari blog ini

Mencari Tuhan dalam Ekonomi

Filosofi kertas Kehidupan

Filosofi Mencuci Piring