Filosofi Kopi Kepimimpinan

Made with Prisma
 Apakah anda suka sekali meminum kopi di saat embun pagi masih bisa dihurup & matahari yang baru terbit untuk memulai hari-hari anda ? Atau anda suka sekali mengerjakan pekerjaan anda sambil menikmati secangkir kopi yang hangat maupun dingin ? 

 Anda lebih suka kopi pahit atau yang manis ? Kita tahu kalau kopi termasuk zat adiktif karena mengandung kafein, Pasti ada hal yang kurang  baik tapi inilah hidup. Cukup satu kata-kata untuk menghadapi hal ini.

" Sesuatu yang berlebihan tidak ada yang baik."




 Ada kopi yang berasa manis, pahit bahkan tidak memiliki rasa sedikitpun. Ini semua tergantung bagaimana cara kita meracik kopi tersebut. Belajar dari hal itu kita tahu kalau hidup ini penuh akan manisnya sebuah senyuman, pahitnya sebuah kesedihan & hampanya sebuah kekosongan. Terkandang kita menuangkan terlalu banyak air panas sehingga gelas itu tak bisa kita sentuh dengan kulit kita, hal ini hampir sama saat kita hidup dimana komentar panas & pukulan keras menimpa kita.  Hal itu juga memaksa kita untuk memilih maju atau jatuh. Ada saat terlalu banyak es yang kita taruh di kopi kita, hal itu hampir sama saat hidup kita ini tak punya teman, keluarga, orang yang dikenal & saat tak ada satupun orang yang bisa kita percayai.

Sebelum anda meracik segelas kopi, anda perlu menyiapkan bahan-bahannya. yaitu bubuk kopi, susu, gula, air & bahan pelengkap lainya. Dari sini kita belajar satu hal saat air yang dituangkan terlalu panas maka kita akan mengatakan "Kopinya panas." Lalu saat kita terlalu sedikit memberi gula maka kita akan mengatakan "Kopinya pahit." Lalu saat kita meracik kopi tersebut dengan takaran yang pas & penuh dengan kesungguhah maka kita akan mengatakan "Kopinya sedap." Dari sini kita belajar jiwa kepemimpinan kalau setiap pemimpin akan bertanggung jawab pada apa yang dilakukan oleh anggotanya.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mencari Tuhan dalam Ekonomi

Filosofi Kacamata Bijaksana

Filosofi kertas Kehidupan