Puisi Jangan Berkata

Jangan pernah berbicara Jika tak mampu merangkai kata Jangan pernah berjanji Jika tak mampu menepati Jangan suka bermesra Jika tak mampu menjaga rasa Jangan bicara banyak gaya Kalau diri ini tak berdaya Jangan katakan cinta Kepada seorang buaya Jangan pernah berpendapat Ketika lidah suka bersilat Jangan bersorak "di rumah saja" Pada Perut yang tidak bersahaja Jangan berteriak "Hak asasi manusia" Pada yang hidup di medan penuh darah Jangan memohon "Tolong saya" Pada orang-orang yang menganinaya Dan jangan berteriak keadilan Jika tak mengerti apa itu adil

Filosofi Anak Kecil

  Anak – anak adalah masa yang telah kita lewati. Banyak sekali kenangan indah yang mengenang dalam ingatan kita semua. Pada masa anak anak kita dituntut untuk belajar dari orang dewasa, kita harus bisa lebih baik dari orang dewasa yang menjadi panutan. Tapi pernahkah anda berpikir jika seharusnya orang dewasalah yang harus belajar dari anak anak. Dalam kesempatan kali ini kami akan membagikan sebuah fakta luar biasa dari anak anak yang harusnya orang dewasa belajar banyak hal dari anak anak.



 Ketika seorang bayi lahir ia berada dalam keadaan suci. Walaupun badannya masih lemah, tapi waktu itu adalah puncaknya kemulian hati dari seorang manusia. Berbeda dengan orang dewasa yang hatinya telah kotor, tapi hati seorang bayi masih sangat suci tanpa noda sedikitpun. Yang membuat hatinya kotor ialah kita yang mendidiknya dan lingkungan yang mamasukan noda kotor pada hatinya.

 Saat memasuki masa  balita kemulian itu mulai terlihat. Ia memiliki rasa percaya diri dan keinginan untuk melakukan sesuatu walaupun fisiknya masih belum cukup. Sedangkan kita orang dewasa sering mengeluh dan menyerah atas keinginan kita sendiri karena kita tahu kita tidak mampu. Di saat balita ia lebih sering merasa bahagia apa adanya tanpa melihat materi ia miliki. Sedangkan kita lebih sering tidak bahagia pada apa yang tidak kita milika. Ini membuktikan kalau balita lebih mampu bersyukur dari pada orang dewasa.

 Di masa balita ini pula ia lebih mudah tertatawa setelah kesedihan yang telah terjadi. Sedangkan orang dewasa lebih sering menyesal dan bersedih atas masalah yang telah terjadi. Hal ini membuktikan kalau anak anak lebih mudah untuk bangkit (Move On) dari pada orang dewasa.

 Di masa anak anak, ia akan berbicara jujur pada dirinya sendiri dan orang lain, sedangkan orang dewasa sering berbohong pada orang lain bahkan mereka lebih sering berbohong pada diri mereka sendiri. Mereka bilang “ Saya bahagia.” Tapi dalam hatinya berteriak “ Saya sangat sedih.” Kenyataan dalam perasaan tidak bisa ditahan dalam diri. Semakin disimpan maka semakin banyak masalah yang berdatangan.

 Ini hanya beberapa, masih banyak hal yang belum sempat kami sampaikan. Sampai jumpa di artikel selanjutnya !

Postingan populer dari blog ini

Filosofi Kacamata Bijaksana

Filosofi kertas Kehidupan

Filosofi Warna - Warni Kehidupan