Filosofi Waktu adalah Uang



“ Remember that time is money.” 
Banjamin Franklin 

       Kata-kata diatas adalah hal yang sering dijumpai dalam kehidupan perkotaan terutama bagi pribadi yang menghadapi dunia bisnis. Kata-kata tersebut dicetuskan oleh seorang revolusioner dari amerika serikat yaitu Banjamin Franklin yang dikuti dalam sebuah essai yang berjudul Adviced to Young Trademan. Siapa sangka kata-kata tersebut sudah mendarah daging di masyarakat dunia. 

Waktu adalah uang adalah kutipan yang mempertegas betapa berharganya dari nilai dari sebuah waktu. Anda pasti tahu kalau waktu yang berlalu tidak bisa kembali dan waktu yang lalu adalah nilai dari harga diri anda. Waktu yang anda habiskan untuk mendapat pendidikan bisa menjadi harga yang akan dibayar untuk anda di setiap jam kerja anda. Semakin tinggi gelar anda miliki dan pengalaman organisasi maupun magang akan menambah nilai jual anda.

Di masa sekarang, waktu adalah alat tukar hidup anda atau kita ibaratkan waktu sebagai alat pembayaran untuk hidup di dunia ini. Jika diibaratkan waktu adalah uang kehidupan yang sangat kompleks untuk membayar apapun mulai dari kesehatan anda, momen bersama keluarga, dan hal-hal lainnya.

Namun, setiap manusia punya waktu yang terbatas dihidup ini. Ada yang hidupnya singkat dan ada yang lumayan panjang, yang membedakan ialah bagaimana seorang mengatur waktu tersebut. Apakah mereka bisa menlipat gandakan nilai waktu tersebut atau kehilangan waktu dengan peristiwa yang sia-sia.

Walaupun prinsip tersebut punya banyak hal yang positif, tetapi ada hal dimana prinsip tersebut tidak berlaku. Seperti waktu adalah ide dimana ada pentingnya untuk mengosongkan kegiatan dengan beristirahat dan untuk mendapatkan inpirasi dalam berkaya. 

Dan dengan tidak terasa umur manusia pun lenyap sedetik demi sedetik ditelan siang dan malam. Tapi masalah-masalah manusia tetap muda seperti waktu, Di mana pun juga dia menyerbu ke dalam kepala dan dada manusia, kadang-kadang ia pergi lagi dan di tinggalkannya kepala dan dada itu kosong seperti langit.

Pramoedya Ananta Toer

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mencari Tuhan dalam Ekonomi

Filosofi Kacamata Bijaksana

Filosofi kertas Kehidupan