Filosofi Mencuci Piring

    

    Filosofi A-Z Mencuci piring merupakan salah satu kegiatan yang begitu dekat dengan orang-orang walaupun tidak seseorang melakukanya. Namun, siapa sangka jika kegiatan ini menjadi kegiatan favorit dari dua billioner yaitu Bill Gates sang pendiri Microsoft dan Jeff Bezoz pendiri Amazon. Mungkin hal itu terdengar unik namun hal ini sampai diteliti oleh para ilmuwan

Cara Mendapatkan inspirasi

    Dilansir dari media Time, para ilmuwan dari universitas Florida State University menyatakan bahwa mencuci piring merupakan salah satu kegiatan yang efektif dalam mengurangi stress jika dilakukan dengan fokus. Namun kesempatan ini saya ingin menyampaikan pendapat pribadi dari mencuci piring.

    Mencuci piring mungkin terlihat pekerjaan remeh tapi setelah diperhatikan ada hal unik dari kegiatan ini. Hal pertama yang diperlukan dari mencuci piring adalah piring kotor dan dari hal itu punya banyak sekali makna-makna tersiratnya. Jika kita lihat piring kotor itu mewakilkan dari cara bersikap seseorang dari secara sepintas. Sebuah piring yang menyisakan banyak makanan itu menandakan pribadi yang tidak menyelesaikan permasalahan apa yang telah ia ambil. Sedangkan orang yang menyisahkan piring bersih menandakan ia akan menyelesaikan pekerjaan yang telah ia ambil. Mungkin ini hal kecil tapi dari hal kecil tapi dari hal kecil itulah sebuah hal besar terjadi.

    Di saat kita mencuci piring, kita tidak hanya mencuci saja tapi juga menenangkan diri dari kesibukan sebelumnya. Ibaratnya setelah kita mengambil makanan atau masalah yang kita hadapi maka ada waktunya kita untuk tenang dan mengingat makanan yang telah kita lahap. Layaknya sebuah pekerjaan yang ada kita sukai dan tidak maka makananpun berlaku juga. Tentu saja, ada kepuasaan tersendiri saat kita berhasil makanan yang tidak sedap atau pekerjaan yang membuat kita malas.

    Saat mencuci piring kita dapat melihat kotoran-kotoran yang tersisi, kotoran itu seperti bekas-bekas dari pekerjaan kita yang harus di bersihkan agar tidak menggangu piring yang kita gambarkan sebagai diri kita. Sudah saatnya kita melepas yang lalu dari diri kita dan kita pasti ingat pada tulang yang tidak dilakukan atau hal-hal yang tidak diperlukan lagi. 

    Saat tangan ini bersentuhan dengan air mengalir dan sabun itu seperti ketergantungan kita pada dua hal yaitu alam dan teknologi. Dengan berinteraksi dengan air kita bisa membersihkan diri kita dari pengapnya kehidupan dan teknologi membantu kita untuk membersihkan piring. Membersihkan dengan air saja akan terlalu sulit dan membersihkan dengan sabun saja maka akan mustahil Itu seperti kehidupan kita yang harus seimbang. Kemudian saat piring telah bersih, itu menandakan kita telah menyelesaikan pekerjaan kita sebulumnya dan siap untuk menerima persoalan baru.

"Waktu terbaik untuk merencanakan sebuah buku adalah saat Anda sedang mencuci piring." Agatha Cristhie

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mencari Tuhan dalam Ekonomi

Filosofi kertas Kehidupan