Manfaat dari Bullying

    

    Filosofi A-Z Perundungan atau sering kita sebut dengan Bullying adalah hal yang sering terjadi di dunia dan sudah mendapatkan perhatian khusus oleh dunia pendidikan nasional maupun internasional. Banyak sekali bentuk bullying mulai dari bentuk kekerasan fisik hingga kekerasan non verbal yang sekarang sering terjadi di media sosial atau yang sekarang kita kenal sebagai cyber bullying.

Filosofi Sampah Masyarakat

    Kasus seperti bullying sering sekali berdampak pada korbanya maupun pelakunya. Di sisi korban bullying, mereka akan merasakan tekanan mental dan yang paling parah adalah menyebabkan kasus bunuh diri akibat depresi yang berlebihan. Sedangkan di pelaku, perilaku ini bisa menyebabkan sebuah kecanduan karena dengan melakukan perundungan mereka bisa melampiaskan rasa ketidak puasan mereka yang berakibat kecanduan terus-terus akibat emosi yang tidak terkendali.

    Namun, apabila kita mencoba mengubah kacamata sudut pandang kita maka kasus yang menjadi perhatian ini dampak positif yang sangat besar bukan hanya terhadap korban ataupun pelakunya tapi dari perilaku yang menyimpang ini bisa berdampak pada ke arah mana peradaban manusia ini melangkah. Artikel ini tidak berkmaksud untuk mendukung perundungan tapi mencoba berbagi sudut padang dalam menyikapi perilaku ini.

Hal positif yang paling berdampak adalah latihan mental terhadap korban yang membuat mereka punya mental yang pantan menyerah dalam keadaan sulit, tanpa ada bullying maka tidak akan adanya Thomas Alfa Edition yang penemuanya membuat dunia dapat bersinar di malam hari. Tanpa adanya perilaku deskriminasi maka tidak akan ada yang namanya Albert Eisten. Percaya atau tidak bahwa hampir 95 % orang-orang yang pengaruh di dunia ini pernah mengalami perilaku tersebut bisa mulai dari ejekan hingga kekerasan. Hal yang ingin sampaikan adalah anda ingin menjadi orang yang berperan membantu orang besar tersebut atau menjadi salah satu orang besar tersebut.

Walaupun kenyaatanya hanya segelintir orang yang berhasil melewati fase tersebut dan tidak sedikit dengan korban yang mengalami depresi. Hal ini terjadi bukan tanpa alasan karena selama ini kita diajarkan untuk mencegah perilaku tersebut lewat nilai-nilai menghargai dan tidak diajarkan untuk menghadapi fase-fase tersebut.

"Duniaku bukan jabatan, pangkat, gaji, dan kecurangan. Duniaku bumi manusia dengan persoalannya." Pramoedya Ananta Toer
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mencari Tuhan dalam Ekonomi

Filosofi Kacamata Bijaksana

Filosofi kertas Kehidupan