Menjadi Pria yang berkelas dari Oppa Korea BTS


Sumber : Freepik
Sumber Gambar : Freepik

    Lagu bahasa asing dengan musik pop yang khas bersama tarian modern, Drama dan film dengan alur percintaan yang penuh dengan ciri khas di setiap karya, Mi kacang hitam yang menjadi makanan tradisional negeri ini. Hal itulah yang menggambarkan Korea selatan yang menjadi sebuah negara yang tidak hanya maju di industri teknologi tapi juga dengan industri kreatifnya yang tidak mengenal batasan negara.

    Sebenarnya tulisan ini hanya ingin memandang fenomena tersebut secara negatif  karena ada pengalaman patah karena kalah kualitas dengan para oppa-oppa. Walaupun saya harus mengakui bahwa publik figur korea wanita juga sangat menjanjikan. Saat bicara fan kpop atau fandom, hal yang menjadi kontroversial adalah para gadis-gadis yang berhalusinasi dengan pria tampan yang tidak mereka kenal secara langsung ataupun berjumpa secara langsung.

    Hal yang menjadi catatan adalah hal tersebut adalah hal yang normal dan lumrah. Alasannya bukan hanya sekadar good looking dan bermodalkan nyanyi sambil menari. Akan tetapi, industri musik korea punya kempetisi yang sangat tinggi dan menuntut untuk terlihat sempurna di mata publik. Ambil contoh fandom BTS yang biasa disebut dengan Army yang jumlahnya cukup untuk mendirikan sebuah negara.

    BTS yang memiliki 7 personel anggota menjadi saingan kelas kakap bagi kaum adam lokal. Sudah sangat jelas 7 orang mempunyai nilai tinggi di mata kaum hawa, tidak hanya pada penampilan melainkan dengan status dan kekayaan yang dimiliki. Mata batin wanita tahu bagaimana melihat seorang pria yang berkelas atau tidak.

    Pesan moral dari hal ini tidak berasal dari apa yang dilihat tapi berasal apa yang ada di balik layar. Salah info dari Kpop Hits Tv mengungkap bahwa mereka perlu berlatih sekitar 10 hingga 12 jam hanya untuk menyempurnakan koreografi tarian mereka dan hal tersebut termasuk rekaman. Jika BTS didirikan pada tahun 2013 maka dapat dihitung berapa mereka lama bekerja keras dan disiplin pada diri mereka.

Malcold Gledwel dalam bukunya Oulier mengungkapkan bahwa

“Seseorang perlu melakukan pekerjaan 10.000 jam untuk bisa ahli dalam bidang yang ditekuni.”

    Apabila saat ini tahun 2021 dan BTS didirikan pada tahun 2013, asumsi perhitungan mulai tanggal 1 januari hingga 31 Desember. Apabila mereka bekerja setiap hari dengan rata-rata 10 jam maka dalam 365 hari mereka mendapat jam terbang sebanyak 3.650 jam kerja setiap tahun. Mereka sudah layak untuk mendapat gelar ahli di bidangnya pada sekitar akhir 2015.

    Para kaum maskulin terkadang mencoba melawan dengan sebuah opini bahwa mereka pria yang terlihat jantan karena menyanyi sambil menari dengan gemulai tapi perlu diingat bahwa menari merupakan salah satu olahraga kardio yang melatih stamina. Jika saat konser menimal mereka membawa satu album full dengan isi 8 lagi dengan durasi 3-4 Menit maka mereka harus menari sekitar 24-32 menit belum termasuk persiapan ataupun lain-lain. Semua harus berlangsung cepat agar suasana panggung tidak boleh turun.    

    Menulis ini sebenarnya penuh dengan rasa jengkel karena harga diri dari seorang laki-laki tercoreng oleh orang yang tidak dikenal secara personal. Hal ini adalah bentuk lapang dada akan kelelahan telak dari pesona para personil BTS.


Sumber Referensi

Gladwell, Malcolm. 2018. Outliers Rahasia Di Balik Kesuksesan. Jakarta : Gramedia

Mahardini, Kinaki Nuke. 2018. 6 Perbedaan Seleb Kpop dan Hollywood Saat Marilis & Promosi Album baru dari https://cewekbanget.grid.id/read/06870011/6-perbedaan-seleb-kpop-dan-hollywood-saat-merilis-promosi-album-baru

Putri, Lisa Anggarani. 2020. “Dampak Korea Wave Terhadap Perilaku Remaja di Era Globalisasi.” dalam Jurnal Bimbingan islam Vol 3. No 1 hlm 42-48. Pekanbaru : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim

Wulandari, Retno Larastining. 2022. Manfaat Menari Untuk Kesehatan Fisik dan Mental lebih baik dari https://hellosehat.com/kebugaran/olahraga-lainnya/manfaat-dance-untuk-kesehatan/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mencari Tuhan dalam Ekonomi

Filosofi Kacamata Bijaksana

Filosofi kertas Kehidupan