Filosofi Spongebob Squarepant : Orang Biasa yang Hidup Luar Biasa

 

Ilustrasi Spongebob Vector oleh Etcy Sumber Gamber Pinterest

Di masa kecil, ada sebuah kartun yang selalu menemani saya di pagi hari sebelum berangkat sekolah. Kartun tersebut bercerita tentang kehidupan dibawah laut tentang kehidupan sehari-hari dari sebuah spon laut yang bernama Spongebob  Squarepant. Spongebob tinggal di sebuah rumah sederhana berbentuk nanas dengan siput peliharaannya yang bernama Garry.

Spongebob adalah sosok karakter berwarna kuning yang suka sekali untuk menebar senyuman dan tertawa menikmati hari-harinya. Dia hidup sederhana sebagai pribadi yang mandiri dan bekerja sebagai koki di sebuah restoran cepat saji. Ada saja tingkah konyol dari karakter fiksi ini, dia punya segudang ide untuk mewarnai hari-harinya.

Sebagai sebuah tokoh fiksi, hal itu mungkin terdengar sebagai hiburan untuk anak-anak tetapi seiring saya dewasa. Saya menyadari ada pesan-pesan tersirat yang sebenarnya berhubungan dengan kehidupan nyata yang begitu jenuh dan membosankan ini. Pesan yang awalnya saya tidak mengerti di waktu kecil kini mulai terjawab perlahan-lahan.

Tidak apa-apa menjadi seorang yang biasa aja

Awal saya berpikir hidup menjadi seorang yang kaya raya bergelimang harta dan punya segudang acara megah adalah sesuatu yang ingin diraih. Hal ini adalah rasa cemburu saya terhadap cerita orang-orang yang punya kabar unik dari kehidupan mereka. Hingga Spongebob mengingatkan saya bahwa hidup seseorang yang rata-rata tidak masalah.

Spongebob harus bangun pagi setiap harinya, menyiapkan diri dengan mandi lalu sarapan bersama siput kesayangannya itu. Lalu, ia berangkat kerja sebagai koki di rumah makan cepat saji dengan boss yang pelit serta rekan kerja yang membosankan. Terkadang saya penasaran berapa gaji dari spongebob yang bekerja begitu giat tapi tidak pernah naik jabatan.

Lalu, di sore hari ia pergi untuk bermain dengan sahabatnya yaitu patrick star si bintang laut untuk ikut kursus mengemudi kapal walaupun ia harus gagal berkali-kali dan tidak mengalami perkembangan. Saat malam hari, ia harus beristirahat agar bekerja di esok harinya. 

Kehidupan Spongebob sebenarnya sangat monoton tetapi rasa penasaran dan isengnya membuat penonton di rumah dapat terhibur. Ia suka sekali untuk melakukan hal-hal baru yang tidak sama sebelumnya seperti berburu ubur-ubur, menjahili tetangganya Squidward, dan banyak hal-hal unik yang bisa ditemukan. Pertanyaan bagaimana ia bisa melakukannya ?.

"With imagination, you can be anything you want."

-Spongebob.

Jawabanya adalah imajinasi, Spongebob adalah seseorang yang punya imajinasi tinggi dan banyak ide untuk dilakukan. Imajinasinya itu berusaha untuk tidak menentang dengan realitas yang ada tetapi mencoba selaras dengan hal-hal ada di sekitarnya. Walaupun hidupnya hanyalah pas-pasan tetapi kreativitas melengkapi hal-hal tersebut.

Integritas dan Profesionalitas dalam kehidupan

Spongebob adalah sosok yang bekerja keras dan totalitas dalam pekerjaan  sehingga ia mampu memasak krabby patty yaitu sebuah nama hamburger di restoran krusty krab. Walaupun ia cuman bisa memasak satu menu saja tetapi ia menjadi seorang benar ahli dalam bidangnya tersebut. Mungkin ia tidak dihargai dengan gaji yang tinggi oleh bossnya tetapi totalitas itu juga ikut ke kehidupan pribadinya.

Ia benar-benar totalitas dalam merawat siputnya dengan penuh kasih sayang, ia selalu serius dalam belajar mengemudi walaupun gagal hingga ribuan kali, dan ia totalitas ketika bermain dengan teman-temannya tanpa ada pikiran yang mengganggu aktivitasnya.

Selain itu saya juga dengan karakter spongebob yang dapat membedakan mana urusan pribadi dengan pekerjaannya. Dimana ia tetap berteman dengan plankton yang merupakan seorang kompetitor usahanya dan menghalalkan segala cara untuk mencuri resep rahasia. Hal inilah yang membuat Spongebob menjadi seorang berintegritas tinggi.

"We shall never deny a guest even the most ridiculous request."

-Mr. Krabs.

Berteman dengan Siapa Saja

Selanjutnya adalah lingkaran pertemanan Spongebob yang dimana ia adalah seorang ekstrovert yang mau berteman siapa saja tanpa harus menghakimi kepribadian dari seseorang. Ia dapat bersenang-senang dengan sahabatnya Patrick Star yang memiliki otak yang lambat dalam berpikir dan mau mendengar nasehat dari kawanya tersebut walaupun cenderung tidak masuk akal.

Kemudian, Spongebob adalah seseorang yang tidak terpengaruh lingkungan. Ia tetap akan menjadi sosok yang ceria dan penuh senyuman. Contohnya adalah rekannya yaitu Squidward Tentacles si cumi-cumi dengan karakter malas serta tempramen tapi penuh dengan jiwa seni dan nilai estetika. Squidward adalah seniman yang payah karena ia tidak pandai dalam memainkan alat musik klarinet dan selera seninya cenderung bertolak belakang dengan penilain orang-orang. Meskipun ia suka ketenangan dan sering marah karena kekonyolan tetangganya Spongebob dan Patrick tetapi tidak pernah melaporkan kepada pihak berwajib. Hal itu juga sama dilakukan oleh Spongebob ketika suara bising dari Squidward yang sedang berlatih.

Spongebob juga berteman dengan tupai betina bernama Sandy Cheek yang merupakan satu-satunya mamalia yang hidup di bawah air. Sandy adalah seorang yang minoritas di Bikini Bottoms karena ia adalah makhluk darat di antara hewan-hewan laut yang bernafas dengan insan. Sandy adalah sosok wanita yang kuat karena bergelar sabuk hitam di beladiri karate kemudian seorang ilmuwan cerdas, ia adalah bukti dari kesetaraan gender dalam kehidupan Spongebob.

Kesimpulan 

Ada banyak hal yang sebenarnya masih bisa dibahas, tetapi ingin saya bahas di lain kesempatan. Spongebob itu adalah representasi dari orang biasa yang hidup sederhana tetapi punya kehidupan berwarna lewat imajinasi, ketekunan, dan keterbukaannya pada sekitar. Buat anda yang kehidupan biasa aja mungkin bisa belajar dari sosok fiksi tersebut.

"After going on your life-changing journey, you now realize that you don’t want what you thought you wanted. What you really wanted was inside you all along."

-Squidward.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mencari Tuhan dalam Ekonomi

Filosofi kertas Kehidupan

Filosofi Mencuci Piring