Tutorial Memberi dan Menagih Hutang Dalam Hubungan Pertemanan ataupun Keluarga serta Tips dan Trik



 Latar Belakang

Saat kita bicara hutang piutang, kita tahu bahwa masalah ini sudah menjadi hal yang terjadi di kehidupan sehari-hari. Dan setiap orang punya masalahnya sendiri tentang hutang ini. Mulai dari seorang yang berhutang untuk keperluan gengsinya dan hasrat untuk memiliki barang mewah untuk di pamerkan di sosial media mereka hingga beberapa orang berhasil menumpuk kekayaan dari mengolah utangnya agar menghasilkan uang lebih banyak. Kali ini kita tidak membahas penting atau tidak penting hutang tersebut tapi kita membahas masalah yang lebih spesifik yaitu hutang yang memutus ikatan pertemanan

    Jika kalian punya banyak teman maka kalian pasti akan menemukan seseorang yang kelihatan kaya tapi hobinya pinjam duit ke mana-mana. Hal yang paling menjengkelkan adalah ketika ditagih pura-pura lupa dan terkadang marah-marah waktu di tagih.  Beberapa juga ada teman dekat yang memang benar- benar butuh tetapi kita punya rasa iba untuk ditagih dan rasa sungkan jika tidak memberi bantuan. Masalah utamanya adalah nominal pinjamannya di mana semakin tinggi nominalnya semakin tinggi pula rasa ketenangan yang harus dibayar. Apalagi kita kalau dalam kondisi sulit, saya yakin permasalahan tersebut menghantui di waktu menjelang tidur. Dari hal itu juga, ada permasalahan di mana terjadi regangnya hubungan antar pertemanan karena ada rasa sungkan atau tidak mau untuk bertemu.

   I.          Kenali Siapa yang Anda Hadapi !

Hal yang pertama harus Anda perhatikan pertama kali adalah melihat siapa lawan bicara Anda. Sebelum melihat alasan dan kondisi orang yang akan meminjam, kita harus tahu bagaimana kepribadiannya dahulu. Seorang yang pandai dalam berbicara dan manipulatif akan jauh menjebak kita dan target dari orang ini adalah seseorang yang punya empati tinggi.

Mungkin ada yang bilang, kalau yang namanya teman sejati memandang tidak memandang uang tetapi hal harus tahu ada berapa penipuan yang mengatasnamakan pertemanan. Kita semua tahu ada banyak kasus seseorang pinjam duit kemudian lari tanpa kabar dan beberapa ada yang dituduh balik karena dianggap sebagai intimidasi dan pemalsuan. Semakin besar nominal pinjamannya maka semakin manipulatif cara orang tersebut dan itu adalah sifatnya manusiawi yang tidak boleh kita berpaling dari hal tersebut.

         Dalam pengalaman pribadi saya ada beberapa teknik yang sering digunakan dan itu adalah rahasia umum di antaranya :

1. Mereka akan mencoba menghubungi Anda ketika waktu sibuk dan singkat sehingga Anda sulit untuk mengambil keputusan.

Contohnya : Mereka akan memilih menelepon Anda di waktu sibuk kerja, bicara pada intinya dengan alasan sulit dan terkesan terburu-terburu saat berbicara, dan tidak lupa ada sebuah pujian di awal pembicaraan.

2. Walaupun mereka bilang sedang dalam kondisi sulit tetapi mereka akan bicara dengan percaya diri dapat mengembalikan uangnya dengan waktu singkat.

Contohnya : “Aku perlu uang Rp 1.000.000 dan aku berjanji akan mengembalikannya besok !”

Jika kita dalam kondisi ini, satu hal yang harus Anda harus lakukan adalah jangan pernah langsung berkata “Ya”. Kita harus tahu dahulu seperti apa karakternya, bagaimana kemampuan ia dalam membayar uang, dan seberapa penting uang yang ingin ia pinjamkan itu.

II.          Negosiasi itu Penting !

Setelah mengenal siapa orang yang akan meminjam uang kita. Jika kita dapat berpikir dengan kepala dingin maka kita dapat memulai negosiasi dengan lawan bicara kita. Dalam kondisi ini kalian bisa mendapatkan informasi tentang hal-hal sensitif seperti apa pekerjaannya ? berapa pendapatannya ? dan semua tergantung hal apa yang ingin kita tahu. Ada beberapa hal kita diskusikan yaitu :

1. Jumlah uang pinjaman

Walaupun kita sanggup meminjamkan semua uang yang mereka butuh kan tetapi kita harus mencoba mendiskusikan jumlah uang tersebut. Kita bisa mencoba menyanggupi sekitar 50% atau 30% dari jumlah pinjaman mereka. Hal ini juga untuk meminimalisir risiko kehilangan apalagi jika nominalnya besar.

2. Jaminan

Dalam proses kesepakatan kita perlu adanya jaminan. Jaminan  itu bisa berbentuk dengan barang-barang berharga yang sifat tidak terlalu penting seperti perhiasan, jangan ambil jaminan kendaraan pribadi jika dia seorang kurir. Jaminan itu juga bisa berupa informasi penting yang bisa kita gunakan untuk memperkuat pengambilan keputusan kita.

3. Waktu pembayaran

Jangan pernah bicara bahwa mereka dapat membayar kapan pun mereka sanggup karena risiko mereka lupa dan mengentengkan urusan utang tersebut. Kita harus menetapkan waktu pembayarannya, triknya adalah semakin banyak uang yang dipinjam maka perpanjang waktu pinjamannya. Hal ini agar memberi waktu peminjam untuk mengumpulkan uang. Kita juga harus tahu dan rasional kemampuan dia dalam mendapatkan uang dalam rentan waktu tertentu.

Contoh

Nama

Profesi

Pendapatan

Per Bulan

Jumlah pinjaman

Waktu

Pinjaman

Kemampuan

Membayar Hutang

Andi

Buruh Pabrik

Rp. 3.000.000

Rp. 10.000.000

1 Bulan

Tidak Rasional

Novi

Pengusaha

Restoran

Rp. 1.000.000 – 15.000.000

Rp. 10.000.000

1 Bulan

Rasional

 

Dari tabel tersebut dapat terlihat jelas, tidak mungkin seorang buruh pabrik yang di hanya menggantungkan hidup pada gaji dapat membayar hutang yang nominalnya besar serta tidak memiliki waktu dan kemampuan untuk mencari pendapatan lain sehingga waktu idealnya adalah 6 bulan. Sedangkan Novi masih memiliki kemungkinan untuk mampu membayar karena dia masih memiliki kemampuan walaupun pendapatannya tidak pasti.

 

 III.          Transaksi

Ketika kita sudah yakin maka perlu adanya bukti pinjaman. Hal itu bisa berupa tertulis seperti obrolan di sosial media yang diarsipkan, ataupun dalam bentuk video atau rekaman suara. Bukti inilah yang menjadi senjata utama jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Untuk bukti video dan suara kita bisa gunakan format di bawah ini.

“Saya (nama) meminjam uang sebesar (jumlah uang) pada (waktu peminjaman) dan akan dibayar pada tanggal (waktu pengembalian).”

 

 IV.          Metode Pembayaran

Hal yang terakhir diharapkan adalah bagaimana seorang peminjam itu membayar hutangnya. Bagian ini mungkin menjadi hal yang paling berat sebab ada beberapa orang yang sungkan untuk menagih utang dan beberapa peminjam yang tidak tahu diri mencoba segala cara agar lari dari kewajibannya. Kita bisa menggunakan bantuan pihak ketiga yaitu aparat hukum tetapi hal tersebut harus menjadi opsi yang paling terakhir. Kembali ke topik, ada beberapa metode pembayaran yang bisa dilakukan yaitu :

1.     Metode bayar lunas, di mana seorang pembayar langsung membayar lunasnya. Metode ini cocok untuk jika jumlah pinjaman tidak terlalu besar.

2.     Metode cicil, cara ini cocok untuk jumlah pinjaman yang besar dan jangka waktu yang panjang. Ketika kita menggunakan metode ini, kita memberikan keringanan kepada untuk meminjam serta mendisiplinkan pembayaran.

3.     Metode proyek, tidak ada yang namanya gratis tanpa syarat. Langkah ini kita ambil apabila orang tersebut tidak punya kemampuan dan pendapatan.

Kesimpulan

         Dari hal tersebut ada langkah-langkah harus kita lakukan yang dimulai dari mengenal latar belakang dari seorang peminjam, negosiasi dalam pengambilan keputusan. Mencatat tanda bukti, dan melakukan penagihan pembayaran dengan metode yang sesuai dengan peminjam.

Sumber Referensi :

https://www.investopedia.com/terms/c/credit_score.asp

https://www.savethestudent.org/money/student-budgeting/how-to-ask-friends-for-money-that-they-owe-you.html


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mencari Tuhan dalam Ekonomi

Filosofi kertas Kehidupan

Filosofi Mencuci Piring