Teknik Analogi Komunikasi dalam Implementasi Ketimpangan Pemahaman Kosa Kata Akibat Perbedaan Latar Belakang

 Latar Belakang

Pernahkah Anda merasa bingung dengan acara berita yang berisi dengan obrolan politik ? Pernahkah Anda merasa bodoh ketika mendengar sebuah perdebatan dari orang pintar yang bahkan kata-katanya sangat keren dan sulit dipahami ? Kata-kata rumit itu saja sudah membuat kita bingung apalagi dengan bahasa asing yang bisa buat kepala kita sakit kepala. Padahal tujuan dari sebuah kata sendiri adalah untuk mengungkapkan sebuah perasaan atau gambaran dari suatu objek secara sederhana dan mudah untuk dipahami.  Apakah Anda tambah pusing ?

Contoh sederhananya adalah saat kita berkata “ayam” maka hal yang terlintas dalam pikiran kita adalah hewan unggas yang memiliki paruh dengan dua sayap tetapi tidak bisa terbang. Sedangkan contoh yang lebih rumit adalah kata “overdosis” yang menggambarkan seorang dalam kondisi berlebihan dalam mengonsumsi obat.  

            Hal yang menjadi masalah adalah ketika dua individu yang berbicara mempunyai kemampuan kosa kata yang berbeda apalagi dengan banyaknya profesi membuat lahirlah kosa kata baru setiap tahunnya. Tentu bahasa dunia kedokteran akan berbeda sangat jauh dengan bahasa yang digunakan dunia komputer. Masalah yang terjadi di kehidupan kita adalah ketika seorang ahli yang berpendidikan tinggi berbicara dengan bahasa kaum terpelajar dengan orang awam yang tidak mengerti apa-apa. Jadi siapa yang salah ?

Teknik Analogi

            “ If you can't explain it simply, you don't understand it well enough.” Albert Ensterns

Terkadang saat kita mencoba mendefinisikan itu secara sederhana justru tambah membuat itu menjadi rumit tetapi ada cara lain untuk menjelaskannya yaitu sebuah teknik sederhana yang analogi Teknik Analogi. Teknik Analogi adalah kesamaan atau korespondensi antara dua objek atau hal yang berbeda. Dalam linguistik, analogi merupakan hasil pembentukan unsur-unsur bahasa di bawah pengaruh model bahasa lain. Teknik ini dapat efektif jika kita dapat menggambarkan dengan latar belakang dengan lawan bicara kita.

            Contoh nyata dalam kehidupan pribadi saya adalah ketika seorang keponakan yang berusia sekitar 5 tahun sedang bermain sebuah kereta kecil yang ditenagai oleh dua buah baterai. Ketika kereta itu berhenti bergerak keponakan saya bertanya-tanya. Kenapa tidak mau bergerak ? kenapa tidak bisa jalan sendiri ? Ia terus bertanya sambil marah-marah yang kemudian orang tuanya datang dan menjelaskan bahwa baterainya habis. Akan tetapi anak kecil itu tidak diam dan dia masih bertanya sambil mengulang pertanyaannya tersebut.

            Saya yang jengkel waktu menghampirinya dan berkata. Kereta ini mati karena baterainya habis. Kereta itu makanannya baterai. Kayak kamu kalau tidak makan nasi lemas apa enggak ?. Habis itu dia berhenti sambil mengangguk-anggukkan kepala. Saya yang melihat itu sadar bahwa dia tidak mengerti cara baterai itu bekerja tapi dia paham secara sederhana bahwa kereta itu perlu makan agar bisa bergerak. Hal ini menunjukkan bahwa seorang anak sekecil itu punya kemampuan untuk berpikir.

Kesimpulan

            Teknik analogi ini adalah sebuah cara komunikasi yang efektif dalam mengurangi kekurangan pemahaman terhadap semua golongan selama kita dapat menggambarkannya secara sederhana menyesuaikan lawan bicara kita

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mencari Tuhan dalam Ekonomi

Filosofi kertas Kehidupan

Filosofi Mencuci Piring