Buku itu Lebih Pintar dari Internet

 


Filosofi A-Z Sejak menduduki kelas 11 hingga lulus, saya sudah berhenti yang namanya pinjam buku paket di perpustakaan karena saya punya pengalaman buruk dengan buku yang saya pinjam hilang di kamar, padahal tidak pernah saya bawa ke sekolah.

Bukan karena malas untuk membawanya tapi saya sering menemukan buku paket yang tertinggal di bangku saya. Entah itu milik siapa buku kesasar itu setidaknya buku tersebut membantu saya untuk tidak menambah berat tas walaupun jarak dari asrama sekolah ke kelas itu kurang dari 50 langkah.

Selain alasan malas itu, saya tidak suka bawa buku paket karena apapun soal ataupun tugas yang diberikan itu selalu bisa ditemukan dari internet dan hal itu juga yang membuat saya malas untuk membaca apa yang ada di buku paket.

Filosofi Air Ilmu Alam Semesta

Hingga teman kelas mengajak saya untuk mencari buku bekas di sebuah pasar buku bekas. Awalnya saya malas ke sana karena akan lebih baik untuk beli buku baru karena kualitasnya lebih baik tapi apa daya anak rantau yang punya harga diri untuk tidak minta orang tua atau lebih tepatnya hemat uang saku.

Di sana kami dapat melihat banyak buku bekas yang terpajang dan ditawar berbagai harga. Jika kalian tidak pandai menilai suatu barang maka kalian bisa dijebak oleh para pedagang dan dari sini yang namanya skill negosiasi itu sangat penting untuk melakukan transaksi agar tidak dirugikan.

Semakin dalam saya menelusuri pasar buku bekas tersebut maka semakin saya menemukan buku-buku bekas yang tidak bisa saya temukan di toko buku terkenal ataupun toko online. Di sana terdapat berbagai buku-buku yang langka, mulai dari karya sastra lama hingga buku literasi lawas yang menawarkan sudut pandang yang tidak terpikirkan serta pembahasan-pembahasan yang tidak biasa, dan tidak lupa buku bajakan yang harga aslinya bisa sangat mahal.

Saya sungguh berterima kasih dengan teman saya ini karena dari ajakannya ini, membuat saya mulai menjelajahi wawasan baru yang belum terjamah sebelummnya. Saya berani bertaruh jika kalian coba cari informasi yang sama dengan buku-buku tersebut di internet maka kalian akan kesusahan mencari informasi yang sama karena sistem pencarian internet itu hanya akan memberikan jawaban yang paling relavan bagi banyak orang.

Ambil contoh kita cari di internet “ Bagaimana Hitler membangun Negara Jerman” maka kalian akan sulit mencari jawabannya dalam bahasa Indonesia karena ini adalah informasi yang tidak umum. Apabila kalian coba dalam bahasa inggris maka kalian tidak akan menemukan langkah-langkah gila yang pernah buat ahli ekonomi perdebatkan.

Sejak saat itu saya sadar bahwa internet itu tidaklah lebih pintar dengan buku. Jika saya ibaratkan internet itu seperti anak sma yang mempelajari semua hal yang mendasar tapi yang namanya buku itu seperti para guru yang punya keahlian dibidangnya. Walaupun internet itu bisa menapung pengetahuan yang tidak terbatas namun karena sistemnya hanya akan menawarkan jawaban yang paling sering dipakai penggunanya membuat internel kalah dengan buku yang daya tampungnya terbatas tapi bisa merinci topik yang dibahas dan menawarkan wawasan yang tidak bisa kita temukan di internet.

Buku sejarah yang tidak mengandung kebohongan pastilah sangat membosankan."  Anatole France

Baca Juga : Pesan Moral dari Semua Game

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mencari Tuhan dalam Ekonomi

Filosofi kertas Kehidupan

Filosofi Mencuci Piring